December 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Menyusuri Malam di Jalan Dhoho Kediri, Berakhir di Sajian Mi Nyemek Anglo

2 min read
Kolase mie nyemek dhoho kediri (Foto Pilar)

Kolase mie nyemek dhoho kediri (Foto Pilar)

KEDIRI – Mengunjungi Kediri kurang lengkap kalau tidak menyusuri Jalan Dhoho, baik sekadar menikmati malam, atau memanjakan diri dengan sajian kuliner.

Beberapa menu primadona di sepanjang kawasan yang banyak diwarnai warung lesehan ini adalah pecel tumpang. Di luar itu, mi dan nasi goreng khas Kediri, yang hingga kini masih dimasak dengan menggunakan anglo atau perapian arang.

Sensasi proses memasak ini melebur dengan mie nyemek atau ditabur irisan cabe. Nasi gorengnya juga bisa ditambah kecap atau ekstra isian sayur. Super lengkap.

Di sini semua menu dimasak satu persatu sesuai selera tiap pemesan. Maka jangan heran kalau pengunjung selalu diharapkan kesabarannya untuk antri menunggu.

Ada puluhan gerobak anglo di sini. Sama halnya dengan pecel tumpang, menikmati mie dan nasi goreng di Dhoho ini paling pas memang dengan lesehan di emperan toko, beralaskan tikar.

Sambil menunggu masakan jadi, pengunjung bisa bercengkerama sesekali cuci mata mengamati padatnya jalan raya kota. Sangat bersahaja.

Gerobak-gerobak ini sudah mengambil alih kesibukan malam di Dhoho sesaat setelah deretan toko di sepanjang jalannya mulai tutup. Kira-kira selepas magrib, menu mereka siap dipesan.

Dalam semalam tiap gerobak bisa menghabiskan nasi putih dan mie, masing-masing satu bakul besar. “Buka dari jam enam bisa habis sampai jam satu-an,” kata salah satu penjual yang menempatkan rombongnya di seberang Hotel Penataran.

Tak perlu merogoh kantong dalam-dalam jika ingin menikmati makan malam bercita rasa khas ini. Rata-rata seporsi hanya Rp15 ribu saja. Yang pasti lamanya antrian akan terbayar puas dengan rasa mie atau nasi goreng dengan aroma masak arang yang khas ini. []

Sumber Pilar

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR

Advertisement
Advertisement