November 28, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

NETIZEN : Pilpres di Amerika Rasa Pilpres di Indonesia, Yang Kalah Jadi Menhan, CEO Facebook Jadi Menteri Pendidikan

2 min read
Prime Banner

JAKARTA –  Sejumlah kalangan menilai pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) tahun ini mirip seperti Pilpres RI tahun 2019.

Itu lantaran kedua calon presiden (presiden) yang bertarung sama-sama saling klaim kemenangan di tengah berlangsungnya proses penghitungan suara.

“Saat ini kedua pihak saling klaim kemenangan. Trump pidato dgn berapi-api menyebut dirinya menang besar atau a big win. Andai dia mualaf, pasti sudah sujud syukur. Nanti akan berlanjut ke MA. Semoga sidangnya live biar kita lihat saksi2 lucu,” tulis Yusron Darmawan.

Wartawan ABC Australia David Lipson juga menilai demikian.

“Feeling like Indonesian politics rn (Berasa seperti politik Indonesia),” tulisnya di Twitter pada 4 November 2020.

 

 

Cuitan Lipson itu pun disambut oleh banyak netizen yang mengetahui perpolitikan Indonesia. Salah satunya adalah guru besar sekaligus peneliti spesialis Asia Tenggara Australian National University, Ross Tapsell.

Tapsell bilang, Pilpres AS hanya akan benar-benar berasa seperti Pilpres Indonesia apabila nantinya Donald Trump berakhir menjadi Menteri Pertahanan di kabinet Joe Biden. Dalam hal ini, ia mengibaratkan Biden sebagai Jokowi dan Trump sebagai Prabowo.

“Betul. Tapi itu enggak akan jadi politik Indonesia kecuali Trump akhirnya menjadi Menteri Pertahanan Biden,” tulis Tapsell.

 

 

Sejumlah netizen lantas menambah-nambahi kemungkinan susunan kabinet Joe Biden bila menang. Selain Donald Trump jadi Menteri Pertahanan, yang akan jadi Menteri Pendidikannya adalah Mark Zuckerberg, yang selama ini dikenal sebagai sosok yang sukses di bidang teknologi media, sebagaimana Nadim Makarim di Indonesia.

Selain itu, para pendukung Biden nantinya akan berebut kursi komisaris perusahaan BUMN.

“But, jangan khawatir. Pihak yang kalah, entah Trump atau Joe Biden, akan jadi Menhan, lalu Mark Zuckerberg akan jadi Menteri Pendidikan. Setelah itu, para relawan Pro-Joe akan segera berebut jadi komisaris BUMN,” kata Yusran lagi.

 

 

“Pendukung Trump akan jadi barisan sakit hati lalu mendirikan “US”, yang diterjemahkan sebagai KAMI. Setahun kemudian, anak dan menantu Joe akan mendaftar jadi Walikota Michigan dan Ohio. Saat ada pandemi, Menkes-nya Joe akan berkata, “Ah, nanti juga sembuh sendiri kok. Gaess… Kali ini, kita yang menginspirasi Amerika,” Yusran menambahkan.

Adapun perkembangan termutakhir Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat hingga Kamis sore (5/11/2020) waktu Indonesia, menunjukkan bahwa capres dari Partai Demokrat, Joe Biden, makin di atas angin. Hingga pukul 14.50 WIB, Biden telah meraih 264 suara elektoral, dengan jumlah pemilih sebanyak 71.228.222.

Dengan kata lain, Biden hanya butuh enam suara elektoral lagi untuk memenangkan Pilpres AS kali ini.

Sementara itu, capres dari Partai Republik sekaligus petahana Donald Trump sejauh ini telah meraih 214 suara elektoral, dengan jumlah pemilih 68.114.126.

Sejumlah negara bagian terakhir yang berhasil dimenangkan Biden adalah Nevada (6 suara elektoral, 75 persen penghitungan), Arizona (11 suara elektoral, 84 persen penghitungan), Michigan (16 suara elektoral, 99 persen penghitungan), New Hampshire (4 suara elektoral, 99 persen penghitungan), dan Winconsin (10 suara elektoral, 99 persen penghitungan). []

Advertisement