October 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Nyata, Teknologi IT Positif Dongkrak Pertumbuhan UMKM

2 min read

JAKARTA – Transformasi digital turut memperkuat resiliensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, riset SMB Pulse Index menyebutkan, terdapat tiga tren peran teknologi dalam mempertebal daya tahan tersebut.

“Tren pertama, adalah UMKM yang sigap beradaptasi dengan solusi digital akan lebih lincah menangkap peluang pasar dan lebih cepat kembali ke titik pertumbuhan positif,” kata COO Mekari, Anthony Kosasih, dalam konferensi pers, Kamis (11/08/2022).

Kedua, tingginya tingkat digitalisasi bakal mendorong pertumbuhan bisnis yang lebih tajam. Terakhir, UMKM kini menggunakan solusi software-as-a-service (SaaS) sebagai platform untuk menyatukan solusi lainnya dan membentuk ekosistem digital demi kelancaran operasional bisnis.

Anthony menambahkan, riset SMB Pulse Index juga mencatat sebesar 73% dari survei solusi digital yang dilakukan terhadap UMKM merekam pertumbuhan positif selama 2021, tepat ketika pandemi memuncak.

UMKM segmen business-to-consumer (B2C) pun mengalami pergeseran konsumen ke belanja omnichannel atau online shopping. Hal itu sekaligus membantu UMKM yang terdigitalisasi untuk kembali ke titik pertumbuhan positif.

Kemudian, UMKM yang memakai segala solusi digital dan membentuk suatu ekosistem mengalami pertumbuhan sebesar 1,5 kali lebih tinggi dibanding yang hanya menggunakan satu solusi saja. UMKM pengguna bermacam solusi digital (multitech adopter) segmen B2B juga mengalami pertumbuhan positif 1,54 kali lebih tinggi dibanding dengan pengguna satu solusi digital pada segmen yang sama.

“Penggunaan solusi digital yang tinggi tak lepas dari talenta digital. Bisnis mikro, kecil, dan menengah yang menyediakan akses ke solusi digital bagi lebih dari 5 karyawannya mencatat pertumbuhan positif antara 1,31 kali hingga 1,39 kali lebih dibanding dengan bisnis di segmen serupa, yang memberi akses ke solusi digital bagi sama dengan atau kurang dari 5 karyawannya,” tuturnya.

Anthony melanjutkan, UMKM mulai memanfaatkan solusi digital berbasis awan (cloud) sebagai platform tempat solusi lainnya dapat berjalan. Dicontohkannya dengan solusi SaaS di bidang akuntansi, yang sering dihubungkan dengan solusi digital untuk omnichannel commerce, pengelolaan pajak, teknologi finansial seperti pembayaran, dan e-commerce.

Hal tersebut, terangnya, bertujuan untuk melahirkan suatu ekosistem digital terpadu dan memperlancar operasional bisnis dari ujung ke ujung. []

Advertisement
Advertisement