September 3, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pekerja Migran Filipina Menjadi Kompetitor Utama Pekerja Migran Indonesia

2 min read

JAKARTA – Filipina menjadi competitor utama pekerja migran Indonesia dalam memperebutkan pasar kerja internasional. Demikian dikatakan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, Rabu 2 September 2026 di Jakarta.

Menurut dia, Filipina telah lebih dahulu mengembangkan pengelolaan pekerja migrannya. Hal tersebut menjadikan negara itu unggul dalam memasuki sejumlah pasar kerja luar negeri.

“Filipina ini sudah dari dulu mengurus soal pekerja migran,” ujarnya. “Bahkan kontribusi pekerja migran untuk negara ini juga amat sangat amat luar biasa.”

Menurut Christina, salah satu keunggulan Filipina adalah kemampuan bahasa Inggris yang telah menjadi bagian kuat dalam kompetensi pekerjanya. Kondisi tersebut membuat Indonesia harus meningkatkan kualitas tenaga kerjanya agar mampu bersaing secara langsung.

Wamen menambahkan persaingan dengan Filipina juga kerap muncul ketika Indonesia melakukan penjajakan kerja sama penempatan pekerja migran. Sesuatu yang dikenal dengan skema government to government atau G to G.

“Filipina inilah yang selalu head-to-head dengan kita,” ucapnya. “Setiap kali hendak membuka satu pasar. sering ditanggapi dengan ‘kami sudah punya pilot project dengan Filipina’.”

Christina mencontohkan kondisi tenaga kerja migran di Kroasia. Menurut dia, Filipina telah lebih dahulu memiliki proyek penempatan pekerja di negara Semenanjung Balkan tersebut.

Karena itu, lanjut Wamen, Indonesia perlu memberikan nilai tambah agar pekerja migrannya mampu bersaing dengan pekerja asal Filipina. Salah satu caranya melalui peningkatan kompetensi dan sertifikasi.

“Jadi kita juga mesti memberikan nilai tambah agar bisa bersaing dengan Filipina,” ujarnya. “Ini karena faktanya mereka sudah ada lebih dahulu.”

Upaya tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menjalankan program SMK Go Global. Ini dirancang untuk menyiapkan pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar internasional.

Christina mengatakan kompetensi menjadi salah satu dari lima aspek utama dalam kerangka Asta Mandala SMK Go Global. Program tersebut juga mencakup pelindungan, penempatan, remitansi dan tata kelola. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply