August 3, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pelarangan Terbang untuk PRT Asing Mendesak Untuk Dicabut

2 min read
Foto HK01

Foto HK01

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Setelah sekian bulan lamanya, kedatangan pekerja rumah tangga asing ke Hong Kong terhambat hingga benar-benar terhenti karena situasi pandemi, kemarin sebuah angin segar berhembus terkait rencana pembukaan kembali kedatangan PRT asing.

Kedatangan PRT asing terhambat sejak Filipina sebagai salah satu sumber pengirim pekerja rumah tangga sing di Hong Kong masuk kategori negara dengan resiko sangat tinggi sekali menularkan virus corona.

Pada situasi tersebut, hanya dari Indonesia-lah kebutuhan tenaga PRT asing dipenuhi.

Namun memasuki bulan Juni, situasi pandemi di Indonesia juga semakin parah, hingga membuat Indonesia juga masuk ke dalam kategori negara sangat beresiko tinggi menularkan cirus corona.

Sejak saat itulah kedatangan PRT asing di Hong Kong benar-benar terhenti.

Situasi tersebut membuat dinamika pemenuhan jasa PRT asing semakin tidak menentu. Disinyalir banyak yang memanfaatkan situasi langkanya PRT asing dengan memasang gaji tinggi ditengah sulitnya ekonomi.

Menyikapi hal tersebut, asosiasi agen dan asosiasi majikan mendesak Pemerintah Hong Kong untuk membuka kembali pintu kedatangan PRT asing dari Filipina dan Indonesia agar kebutuhan PRT asing terpenuhi.

Namun demikian, kedua asosiasi menandaskan, hanya bagi calon PRT asing yang telah divaksinasi serta mengikuti protokol masuk wilayah Hong Kong dalam situasi pandemilah yang akan dikirimkan.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Hong Kong memastikan telah memikirkan hal tersebut dan saat ini tengah mengatur skema teknis mendatangkan PRT asing.

Hal tersebut disampaikan oleh sumber dari Konsulat Filipina sebagaimana diberitakan HK01 kemarin (12/07/2021).

Biro Pangan dan Kesehatan Hong Kong menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi pandemi dari berbagai wilayah, termasuk dari wilayah-wilayah asal kedatangan PRT asing.

Menurut data Asosiasi, setidaknya sampai saat ini telah ada 5 ribuan calon PRT asing yang tertunda keberangkatannya ke Hong Kong karena situasi dan pemberlakuan aturan tersebut. []

Advertisement
Advertisement