May 22, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pemerintah Kini Fokus pada PMI Level Medium dan High Skill

4 min read

JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur, Malaysia, guna mengadakan pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan Malaysian Chinese Association (MCA) pada Rabu (20/5/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pelindungan sekaligus memperluas peluang kerja formal bagi Pekerja Migran Indonesia di Negeri Jiran.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Mukhtarudin disambut langsung oleh Presiden MCA, Datuk Seri Dr. Ir. Wee Ka Siong, serta ahli perniagaan terkemuka Malaysia, Datuk Ir. Lawrence Low Ah Keong.

Turut mendampingi Menteri P2MI dalam delegasi Indonesia adalah Direktur Penempatan KP2MI, Ahnas, dan Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan Susanto.

Finalisasi MoU B2B antara KP2MI dan MCA

Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah tindak lanjut dari kunjungan delegasi MCA ke kantor KP2MI pada akhir April tahun lalu. Menteri Mukhtarudin mengungkapkan bahwa draf Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama antara kedua belah pihak kini telah mencapai kesepakatan final.

“Saya ingin menyampaikan terkait dengan hasil tindak lanjut pertemuan antara delegasi MCA pada tanggal 21 April yang lalu ke kantor KP2MI. Sekarang poin-poin ataupun isinya sudah kita sama-sama setujui, dari sisi legal kita sudah selesai semua. Tinggal kita cari waktu bersama untuk meresmikan dan menandatangani perjanjian yang kukuh antara kementerian secara B2B (Business-to-Business) dengan MCA,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Komitmen Kabinet Merah Putih: Perlindungan dan Peningkatan Skill

Menteri Mukhtarudin menjelaskan bahwa Kementerian P2MI merupakan kementerian baru yang dibentuk di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa adanya komitmen besar dari Kepala Negara untuk memperkuat posisi pekerja migran, yang urusannya kini telah dipisahkan dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Menteri Mukhtarudin memaparkan dua arahan utama dari Presiden RI yakni memperkuat perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran di seluruh dunia pada setiap tahapan, mulai dari pra-penempatan, selama bekerja, hingga pasca-bekerja saat kembali ke tanah air.

Kapasitas pekerja migran Indonesia saat ini, kata Menteri, telah bergeser dari pekerjaan berketerampilan rendah (low skill) menuju sektor medium dan high skill (terampil tinggi).

“Hari ini Indonesia sudah mempersiapkan tenaga-tenaga skilled worker. Kita tidak lagi hanya fokus pada lower skill, tetapi sudah mengarah pada penciptaan tenaga kerja medium dan high skill. Kami sudah banyak menempatkan Pekerja Migran di level terampil dan teknologi tinggi, seperti di industri galangan kapal Korea Selatan hingga sektor engineering di China,” jelasnya.

Menyambut Puncak Bonus Demografi

Menteri P2MI juga menjabarkan potensi besar sumber daya manusia Indonesia yang sedang menyongsong puncak bonus demografi pada tahun 2035.

Dengan modalitas usia produktif yang sangat besar tersebut, Pemerintah Indonesia secara intensif membekali para generasi muda dengan keahlian (skill over) yang relevan dengan kebutuhan pasar global.

Ajak Perusahaan di Bawah MCA Berantas Jalur Ilegal

Terkait dengan penempatan di Malaysia, Kementerian P2MI menyoroti tantangan berat mengenai penempatan nonprosedural. Tercatat, pada periode 1 Januari hingga 17 Mei 2026, kementerian telah memfasilitasi pemulangan 5.112 pekerja migran bermasalah yang mayoritas bekerja secara nonprosedural atau tanpa dokumen resmi di Malaysia.

“Maka dari itu, kami berharap MCA dapat membantu mendukung dan mengimbau perusahaan serta mitra strategis di Malaysia agar hanya melakukan perekrutan pekerja migran melalui mekanisme resmi dan tidak mempekerjakan pekerja nonprosedural demi meningkatkan pelindungan pekerja migran di Malaysia,” tandas Mukhtarudin.

Oleh karena itu, dalam kunjungan kerja ini Menteri Mukhtarudin mendorong pembenahan tata kelola penempatan, dan berharap MCA dapat mengutamakan kesempatan kerja bagi pekerja migran terampil, khususnya tenaga kesehatan di rumah sakit milik MCA, serta sektor formal lainnya melalui jaringan perusahaan di bawah asosiasinya.

Pertemuan Menteri Mukhtarudin dan MCA ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan pembentukan Joint Working Group (JWG) atau Task Force bersama untuk menyusun roadmap jangka panjang pengembangan talenta dan penguatan sistem pelindungan pekerja migran di Malaysia.

Sambut Hangat MCA: Sejarah Baru Hubungan Serumpun

Presiden MCA Datuk Seri Dr. Ir. Wee Ka Siong menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan delegasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia selama ini sudah berjalan sangat akrab dan harmonis.

“Kami menyambut selamat datang jajaran Kementerian P2MI di Malaysia. Hubungan Indonesia dan Malaysia ini sangat akrab. Ini merupakan kehormatan besar karena Bapak Mukhtarudin adalah Menteri pertama dari kementerian baru Indonesia yang datang mengunjungi kami di MCA,” ungkap Datuk Seri Dr. Ir. Wee Ka Siong.

Pihak MCA menyatakan sangat terbuka untuk membangun kerja sama yang erat dengan KP2MI Indonesia, terutama dalam membangun ekosistem penempatan tenaga kerja yang bersifat holistik dan saling menguntungkan.

“Saya sangat optimistis pertemuan hari ini akan mencatatkan sejarah baru bagi kedua negara. Mari kita terus perkuat hubungan persaudaraan ini agar semakin erat demi mewujudkan kemakmuran bersama,” beber Ka Siong.

Pertemuan bersejarah ini ditutup dengan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk mempercepat proses penandatanganan MoU secara resmi.

Dengan semangat kolaborasi yang holistik, KP2MI dan MCA optimistis dapat mencetak lembaran baru yang lebih cerah, aman, dan sejahtera bagi masa depan para pekerja migran Indonesia di Malaysia. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply