June 15, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Peneliti City U Hong Kong : Gak Selamanya Buruk, LDR Bisa Meningkatkan Keintiman

3 min read

Mungkin masih banyak orang yang menganggap bahwa hubungan jarak jauh atau long-distance relationship (LDR) itu menyedihkan. Nyatanya, sampai sekarang pun masih banyak orang yang harus LDR, entah karena pekerjaan atau studi yang mengharuskan pasangan gak bisa bersama-sama untuk sementara waktu.

Meski begitu, LDR zaman dulu dan sekarang sudah jauh berbeda. Dengan teknologi yang makin tumbuh pesat, jarak sudah bukan lagi masalah. Itu karena sudah banyak tersedia alat komunikasi beserta media yang menyertainya, mulai dari pesan singkat, panggilan telepon hingga panggilan video. Bahkan menurut sains sendiri, LDR ternyata punya manfaat tersendiri loh! Buat para pasangan yang sedang berjuang dengan hubungan LDR, yuk simak ulasan berikut.

 

  1. Ternyata, tingkat kebahagiaan pasangan LDR dengan pasangan yang berdekatan secara geografis gak jauh berbeda

Dilansir dari Journal of Sex & Marital Therapy pada 2014, penelitian terhadap 700 pasangan LDR dan 400 pasangan berdekatan secara geografis menunjukkan bahwa gak ada perbedaan yang signifikan antara kedua jenis hubungan tersebut. Pasangan yang berdekatan gak lebih bahagia dengan pasangan LDR. Dalam hal ini bisa dibilang sama saja.

 

  1. Jarak jauh meningkatkan beberapa jenis komunikasi

Menurut peneliti dari Cornell University dan City University of Hong Kong melalui Journal of Communication pada 2013 menemukan bahwa jarak dapat mengembangkan keintiman. Mereka menganalisis percakapan para pasangan dalam pesan singkat, panggilan telepon, panggilan video. Peneliti menemukan bahwa pasangan jarak jauh lebih akrab satu sama lain dibanding pasangan yang dekat secara geografis.

Pasangan LDR lebih banyak mengungkapkan tentang diri mereka dalam interaksi. Pasangan jarak jauh pun melaporkan sedikit komunikasi yang bermasalah dengan pasangan mereka. Mereka mengungkapkan bahwa sulit membentak pasangan mereka saat mengangkat telepon.

 

  1. Terpisah membuat seseorang mengidealkan pasangan LDR mereka

Masih menurut Journal of Communication, pasangan LDR cenderung mengidealkan perilaku pasangan mereka. Itu karena lebih mudah untuk membayangkan pasanganmu sebagai sosok yang sopan karena mereka gak bisa melihat perilaku pasangannya sehari-hari, seperti apakah pasangannya sering mengumpat.

 

4.Pasangan lebih bahagia jika mereka menganggap bahwa perpisahan itu hanya sementara

Menurut studi oleh Katheryn Maguire, seorang peneliti dengan spesialisasi hubungan dan komunikasi jarak jauh dari Wayne State University pada 2007 menemukan bahwa pasangan LDR yakin bahwa mereka akan bersatu kembali suatu saat nanti.

Hal itu yang membuat mereka merasa puas, kurang tertekan dan dapat mengerti. Itu berbeda dengan pasangan yang gak tahu kapan mereka akan bersatu lagi atau kapan mereka akan satu kota lagi.

 

  1. Sebagian orang ternyata memilih untuk LDR

Masih menurut Katheryn Maguire, beberapa peserta melaporkan bahwa mereka tahu kapan mereka akan bersatu kembali. Namun, mereka gak puas dengan hal itu. Sementara, peserta lain gak yakin dengan masa depan dengan pasangan LDR mereka dan mereka gak terlalu peduli. Maguire menyampaikan bahwa ada individu yang memilih untuk tetap LDR. Sebagian ada yang berpikir untuk LDR agar memiliki dunia mereka masing-masing.

 

  1. Ternyata, wanita lebih mudah menjalani LDR

Menurut studi yang dilakukan oleh Vicki S. Helgeson dalam SAGE Journals, wanita lebih baik jika berhadapan dengan perpisahan dan putus sementara. Nyatanya, putus bisa menurunkan tingkat stres pada wanita. Sementara, pria yang putus hubungan akan lebih menderita daripada wanita.

 

  1. Pasangan LDR berpikir mereka gak akan putus

Menurut studi yang dilakukan oleh University of Denver pada 2012 terhadap 870 anak muda di Amerika Serikat yang menjalani LDR dan hubungan jarak dekat, menunjukkan bahwa pasangan yang LDR akan beranggapan bahwa mereka akan tetap berhubungan hingga setahun kemudian, bahkan bisa menikahi pasangannya suatu hari nanti.

 

  1. Namun, sebagian besar pasangan LDR akan putus saat bersatu kembali

Menurut studi yang dilakukan terhadap 335 siswa di Ohio State University menemukan bahwa sepertiga hubungan LDR akan berakhir dalam tiga bulan setelah pasangan bersatu kembali di kota yang sama.

Dari fakta-fakta di atas, ternyata banyak manfaat dari LDR. Buat kamu yang sedang menjalani LDR, lebih baik bersyukur dengan keadaan kalian. Toh, nyatanya nanti kalian akan bersatu kembali. Meski, masing-masing punya kesulitan masing-masing, kalau kalian saling mencintai niscaya akan tetap bersatu selamanya kok. [Yudha]

Advertisement
Advertisement

1 thought on “Peneliti City U Hong Kong : Gak Selamanya Buruk, LDR Bisa Meningkatkan Keintiman

  1. Smua tergantung dari pribadinya msing masing… boleh jujur sbenarnya saya cpek bnget menjalani LDR slma ini…. tpi apa bleh buat smua ada alasannya tersendiri….

Comments are closed.