Pengiriman di Stop, Semua Calon PMI di Penampungan PJTKI Dipulangkan

Feature Image Pengiriman di Stop, Semua Calon PMI di Penampungan PJTKI Dipulangkan (foto Suara NTB)
Feature Image Pengiriman di Stop, Semua Calon PMI di Penampungan PJTKI Dipulangkan (foto Suara NTB)
Prime Banner

NTB – Sebagai bagian dari mencegah dan mengendalikan penularan serta penyebaran wabah virus corona yang saat ini telah menjadi permasalahan dunia, Rabu (18/03/2020) kemarin, Menteri Tenaga kerja Republik Indonesia, Ida Fauziah menandatangani Keputusan Menteri terkait dengan penempatan atau pengiriman pekerja migran Indonesia ke luar negeri.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, isi dari keputusan menteri dengan nomor Nomor 151 Tahun 2020 tentang Perintah Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia.

Hal tersebut langsung disikapi oleh berbagai kalangan, salah satunya adalah PPTKIS atau P2MI atau yang dulu lazim disebut dengan PJTKI.

Melansir Suara NTB, pekerja migran yang sedianya akan diberangkatkan ke masing-masing negara penempatan, terpaksa harus dipulangkan. Sembari menunggu situasi global akibat penyebaran Covid-19 memulih. Disalah satu penampungan, sekaligus tempat pelaksanaan pelatihan luar negeri di Desa Lelede, Kabupaten Lombok Barat, saat ini ada puluhan calon pekerja migran sedang mengikuti pelatihan bahasa Arab, bahasa Inggris, dan pelatihan keterampilan.

 

Cegah Penyebaran Corona, Indonesia Hentikan Pengiriman PMI Mulai Hari Ini

 

“Kita masih menunggu surat dari pusat untuk penghentian pengiriman, dan perekrutan. Kegiatan berkumpul juga dikurangi,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provini NTB, H. Muhammadun.

Calon pekerja migran ini juga diberikan pilihan untuk tetap tinggal. Karena dipahami, beban psikologis bagi mereka yang harus kembali ke keluarganya. Rekrutmen calon pekerja migran untuk seluruh negara penempatan, Timur Tengah, maupun Asia Pasifik sementara ini tidak boleh dilaksanakan. Pengiriman calon pekerja migran ke Arab Saudi dengan sistem satu kanal juga dihentikan.

“Aktvitas sudah tidak boleh lagi. Kalaupun kita mau proses di Indonesia, di negara tujuan tidak boleh masuk. semua harus memakluminya. Kalau sudah situasi aman, kita jemput lagi untuk diberangkatkan,” pesan Owner PT. Tekad Jaya Abadi ini.

Tidak ada pilihan bagi PPTKIS untuk tidak memulangkan sementara para calon pekerja migran. Harapannya, agar situasi secepatnya membaik. Agar para calon pekerja migran yang sudah dipastikan siap ini dapat diberangkatkan. Menjadi pekerja migran menurutnya sangat membantu, tidak saja ekonomi keluarga. Daerah juga akan sangat terbantu dengan banyaknya remitansi (kiriman uang) dari pekerja migrant Indonesia di luar negeri.

“SDM kita juga terbantu. Dari tadinya tidak tau apa-apa menjadi paham. Dari yang tadinya tidak tau keadaan dunia luar, menjadi paham. Kita bersyukur juga, perhatian pemerintah daerah terhadap buruh migran juga sangat besar,” pungkasnya. []

You may also like...