June 14, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

PMI Asal Blitar yang Menjadi Korban Banjir di Hong Kong Jenazahnya Belum Bisa Dipulangkan

2 min read

BLITAR – Setelah sekian lama keluarga menunggu pemulangan jenazah anggota keluarga mereka, Dedik Irawan, namun hingga saat ini, keluarga belum beroleh kepastian, kapan jenazah almarhum akan dipulangkan.

Disnaker Kabupaten Blitar ungkap alasan pemulangan jenazah Dedik Irawan, pekereja migran indonesia (PMI) asal Desa Ringinanom, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar yang meninggal akibat banjir di Hongkong butuh waktu sebulan.

Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) Kabupaten Blitar Tavip Wiyono mengaku, masih menunggu surat resmi dari KJRI. Sebab, ada proses administrasi yang kudu dilalui sehingga tidak bisa langsung dipulangkan ke kampung halaman.

“Maka dari itu, tidak bisa sesimpel memulangkan jenazah dari luar kota,” sebutnya.

Dia menjelaskan, dokumen administrasi berisi profil PMI meninggal dari KJRI biasanya dikirim kepada dinas dan keluarga untuk konfirmasi. Jika benar, KJRI bakal menindaklanjuti hal itu dengan mengirim surat ke rumah sakit di Hongkong untuk kepentingan pemulangan jenazah.

“KJRI akan berkoordinasi dengan agen yang memberangkatkan korban bekerja ke Hongkong. Proses pemulangan jenazah ke indonesia lewat bandara. Namun, kami belum bisa memastikan waktu pemulangan jenazah,” terangnya.

Nantinya, untuk kepulangan jenazah juga berkoordinasi dengan pihak terkait dan akan difasiltasi oleh P3MI atau UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P2TK), yang dilakukan secara gratis sampai rumah duka. Sayangnya, hingga kini Disnaker dan keluarga belum mendapatkan surat resmi dari KJRI.

“Prosesnya memang lama, bahkan sebelumnya jenazah PMI yang juga asal Blitar pernah bisa diantarkan sampai kampung halaman sekitar satu bulan,” ungkap Tavip.

Sejalan dengan hal itu, Dinasker juga mencari informasi dan koordinasi dengan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) di Surabaya. []

Sumber Radar Tulungagung

Advertisement
Advertisement