April 28, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

PMI yang Menjadi Sarjana di UT Telah Turut Meningkatkan Kesejahteraan dan Memutus Rantai Kemiskinan

3 min read

JAKARTA – Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., memberi apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan UT Korea Selatan (Korsel) Tahun 2026. Rektor juga memotivasi dan memberi semangat para wisudawan yang mampu membuktikan diri kuliah hingga lulus di tengah kesibukannya bekerja di negara Ginseng tersebut.

Temukan lebih banyak

“Kami ucapkan selamat bagi para wisudawan UT di negara Korsel ini. Namun ingat, gelar kesarjanaan bukan hanya sebuah gelar juga penanda para alumni telah siap membuktikan diri. Jadi wisuda menjadi satu titik penting bagi mahasiswa untuk melangkah lebih jauh,” kata Rektor UT Ali Muktiyanto pada sambutannya di acara wisuda UT Korsel, di Seoul, Minggu (26/4/2026).

Wisuda yang juga disiarkan secara daring tersebut mendapat sambutan antusias para mahasiswa dan wisudawan serta masyarakat Indonesia di Korsel. Ali Muktiyanto mengapresiasi semangat perjuangan mahasiswa UT di luar negeri, khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tetap berupaya melanjutkan pendidikan di tengah kesibukan bekerja.

Ali mengutarakan rasa simpati dan terharu atas semangat mahasiswa UT luar negeri dalam berjuang dengan susah payah mengatur waktu dengan baik antara kuliah dan bekerja serta membiayai kuliah dengan mandiri. Hemat dia, perjuangan tersebut bukan sekadar meningkatkan taraf hidup juga untuk memutus rantai kemiskinan. “Kami salut, teman-teman mahasiswa UT luar negeri ini betul-betul berjuang. Kuliah dengan biaya sendiri untuk menaikkan taraf hidup dan memutus rantai kemiskinan,” cetusnya.

Ali memaparkan benefit dan manfaat serta keunggulan sistem pendidikan jarak jauh UT sehingga dapat memberi kesempatan kepada siapa pun, termasuk mereka yang sudah bekerja dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, atau tempat tinggal. “Jika perguruan tinggi lainnya dengan sistem tatap muka menuntut mahasiswa datang ke kampus, UT justru mendatangkan kampus ke pintu rumah mahasiswa. Bahkan, UT hadir sampai ke relung hati setiap mahasiswa,” ungkap Ali dengan nada semangat.

Negara Hadir

Dengan begitu, lanjutnya, keberadaan UT menjadi bukti bahwa negara hadir dalam menyediakan akses pendidikan tinggi bagi seluruh warga negara Indonesia di mana pun berada termasuk mereka bekerja di luar negeri.

“Jadi jangan muncul keluhan lagi bagi warga negara yang komplain bahwa Indonesia tidak menyediakan pendidikan tinggi untuk semua. UT menjadi buktinya,” tandas Ali Muktiyanto seraya menambahkan berbeda dengan perguruan tinggi tatap muka yang mengharuskan mahasiswa datang ke kampus pada waktu tertentu, keberadaan UT memberi kemudahan dengan layanan pendidikan yang lebih mendekatkan kepada mahasiswa di mana pun berada dan bekerja.

Menutup sambutannya, Ali Muktiyanto menghimbau para alumni UT dapat memberikan masukan dan kritik kepada UT. Hemat dia kritik dari mahasiswa dan alumni sangat penting guna perbaikan layanan pendidikan. Ia mengaku senang mendapat masukan dari mahasiswa luar negeri melalui diskusi. Ali menilai institusi pendidikan mesti terbuka atas saran dan masukan termasuk kritik. “Justru adanya masukan dan kritik, kita akan dapat maju berkembang. Sebaliknya jika takut dikritik, takut diberi masukan, pasti akan ketinggalan,” pungkasnya.

Buah Perjuangan dan Ketekunan

Pada kesempatan sama di even wisuda di Seoul tersebut, Direktur UT Layanan Luar Negeri, Dr. Pardamean Daulay, yang turut hadir mendampingi Rektor UT juga memberi apresiasi untuk para wisudawan UT Korea Selatan. Pardamean menilai prosesi wisudawan UT di negeri Ginseng ini merupakan capaian yang membanggakan. Pasalnya, para pekerja Indonesia di negara ini mampu kuliah dengan baik hingga lulus dan diwisuda manakala mereka tetap bekerja di negeri orang.

“Kami bersyukur, haru dan bangga para wisudawan UT hari ini telah mampu membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal waktu dan jarak ataupun keterbatasan. Semua ini mereka mampu buktikan sekarang di hari bersejarah mereka menjadi wisudawan. Inilah buah perjuangan dan ketekunan,” tandas Pardamean.

Ia menambahkan sejak didirikan pada 1984, Kampus UT mendapat mandat besar guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia. Nah, keberadaan UT hadir menjawab keterbatasan daya tampung perguruan tinggi tatap muka, sekaligus membuka kesempatan belajar bagi masyarakat yang sudah bekerja. Model pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan UT memungkinkan mahasiswa belajar tanpa harus datang ke kampus.

Dengan sistem tersebut, UT dapat menjangkau mahasiswa dalam jumlah besar, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Layanan UT di luar negeri kini telah berkembang ke berbagai negara tujuan Pekerja Migran Indonesia, antara lain Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Arab Saudi, dan Jepang. Menurut Pardamean, keberadaan Universitas Terbuka Layanan Luar Negeri (UT-LLN) memperkuat peran UT menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia, di mana pun mereka berada. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply