September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Potensial Muncul Varian C-22, Varian Corona yang Diklaim Lebih Ganas dan Orang yang Tidak Divaksin Menjadi Penyebar

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Sebuah ‘varian super’ dari Covid-19 disebut-sebut akan muncul tahun depan dan setiap orang yang belum divaksin berpotensi menjadi penyebar super.

Varian itu dinamai ‘Covid-22’, dan jenis ini dikatakan lebih berbahaya atau mematikan daripada Delta.

Seperti diungkap oleh Prof Dr Sai Reddy dari Swiss, kombinasi dari strain Covid-19 yang sudah ada, seperti Delta, Beta, Gamma, akan menghasilkan fase pandemi yang baru dan lebih berbahaya.

Akibatnya, sejumlah vaksinasi perlu diadaptasi dan disiapkan selama beberapa tahun ke depan karena dunia terus memerangi ancaman virus Covid-19 yang terus berkembang. “Covid-22 bisa lebih buruk dari apa yang kita saksikan sekarang.

“Jika varian seperti itu muncul, kita harus mengenalinya sedini mungkin dan produsen vaksin harus mengadaptasi vaksin dengan cepat. Munculnya varian baru ini risikonya besar. Kita harus mempersiapkannya,” ucap Reddy, Profesor Imunologi dari Institut Teknologi Konfederasi (ETH) Zurich saat berbicara kepada surat kabar berbahasa Jerman-Swiss Blick.

Setelahnya, Reddy mulai membahas Delta yang olehnya dinamai dengan sebutan ‘Covid-21’. Menurutnya, Delta atau Covid-21 adalah varian paling menular saat ini. Namun, ia tidak memiliki ‘mutasi pelarian’, yang merupakan fitur genetik yang membantunya menghindari sistem kekebalan.

Sementara mutasi yang pelarian ini terlihat pada beberapa varian lain seperti Beta atau Gamma. Seperti diwartakan The Mirror, mereka bisa menghindari antibodi dan menjadikan vaksin menjadi kurang efektif.

Reddy melanjutkan bahwa kombinasi dari faktor-faktor inilah, baik yang lebih mematikan, menular atau menghindari kekebalan, yang akan menjadi akar masalah dalam waktu dekat. Karenanya, diperlukan perubahan atau terobosan dalam hal produksi vaksin untuk melindungi populasi.

“Ini adalah fase pandemi berikutnya ketika Beta atau Gamma menjadi lebih menular atau Delta mengembangkan mutasi pelarian. Itu akan menjadi masalah besar untuk tahun mendatang.

“Sangat mungkin akan muncul varian baru di mana kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan vaksinasi.

“Itulah sebabnya kita harus mempersiapkan beberapa vaksinasi selama beberapa tahun ke depan, yang terus-menerus disesuaikan dengan varian baru,” terangnya.

Mengutip The Sun, sejumlah varian Covid diperkirakan masih akan muncul di masa depan. Ini mengingat sifat alami dari evolusi virus.

Memang masih belum bisa diprediksi apakah varian-varian itu akan menjadi signifikan dalam hal penularan. Namun, dengan beberapa yang sudah bermunculan dalam waktu kurang dari dua tahun, munculnya varian Covid-19 adalah pertanda buruk bagi umat manusia.

Reddy pun tegas memberi peringatakan kepada orang-orang yang masih enggan divaksin. Katanya, orang-orang yang tidak divaksin suatu saat akan terinfeksi, dan justru akan menjadi penyebar super.

Sementara beberapa tingkat kombinasi baru dari varian virus ‘tidak terhindarkan’, dengan Beta atau Gamma menjadi lebih menular atau Delta berkembang lebih jauh.

Profesor itu juga menggambarkan virus dan sistem kekebalan manusia seperti ‘dua penari’. Karenanya ancaman virus Covid-19 bisa jadi berlangsung lama, bahkan selama sisa hidup manusia.

“Sistem kekebalan bergerak dan virus bereaksi. Kita akan menari dengan virus untuk waktu yang lama. Mungkin selama bertahun-tahun, mungkin selama sisa hidup kita,” katanya. []

Advertisement
Advertisement