September 30, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Puluhan Calon PMI Mendapat Edukasi Literasi Keuangan

2 min read

JAKARTA – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) membekali 80 peserta Program SMK Go Global dengan literasi keuangan melalui Roadshow Edukasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Lembaga Vokasi Biara Karmel San Juan, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapan peserta sebelum bekerja ke luar negeri. Edukasi difokuskan pada pengelolaan keuangan secara aman dan bijak, termasuk penggunaan layanan keuangan resmi serta pengelolaan penghasilan dan remitansi.

Dalam kegiatan tersebut, BP3MI NTT menggandeng Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT sebagai mitra untuk memberikan edukasi kepada peserta. Narasumber dari Bank Indonesia terdiri dari Asisten Penyelia Perkasan Herry Z. Laiskodat, Administrator Perkasan Ricky Kedoh , dan Asisten Implementasi Digitalisasi Sistem Pembayaran Dicky Ashari.

Sementara itu, BP3MI NTT diwakili Neppa Neptheun Amtiran, bersama Tim PIC Lembaga Vokasi San Pedro. Edukasi disampaikan melalui metode penyuluhan dengan materi mengenai penggunaan layanan keuangan resmi, Gerakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), serta pengelolaan remitansi secara bijak.

Herry Z. Laiskodat mengatakan literasi keuangan perlu dipahami sejak sebelum peserta bekerja di luar negeri. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar penghasilan yang diperoleh dapat dikelola secara aman dan memberikan manfaat bagi peserta maupun keluarga di daerah asal.

“Calon Pekerja Migran Indonesia perlu memahami sejak awal bagaimana menggunakan layanan keuangan yang resmi dan aman. Penghasilan yang diperoleh dari bekerja di luar negeri harus dikelola dengan bijak agar dapat memberikan manfaat,” ujar Herry.

Ia juga mengingatkan peserta untuk memahami pengelolaan remitansi, termasuk membedakan kebutuhan dan keinginan serta merencanakan penggunaan penghasilan secara tepat.

“Remitansi bukan hanya soal mengirim uang kepada keluarga, tetapi bagaimana uang tersebut dapat dikelola dengan baik untuk memenuhi kebutuhan, menabung, berinvestasi, maupun mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Selain pengelolaan remitansi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan layanan keuangan resmi dan menjaga keamanan dalam melakukan transaksi. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal ketika peserta nantinya menerima penghasilan selama bekerja di negara penempatan.

Bagi BP3MI NTT, edukasi literasi keuangan menjadi bagian dari pembekalan peserta SMK Go Global sejak tahap pra-keberangkatan. Kesiapan calon pekerja tidak hanya berkaitan dengan keterampilan dan prosedur penempatan, tetapi juga kemampuan mengelola penghasilan secara bertanggung jawab.

Kolaborasi BP3MI NTT dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT juga memperkuat sinergi lintas lembaga dalam memberikan pembekalan yang lebih komprehensif kepada peserta, mulai dari aspek pelindungan hingga pengetahuan praktis yang dibutuhkan selama bekerja di luar negeri.

Melalui kegiatan tersebut, 80 peserta Program SMK Go Global diharapkan semakin siap menghadapi dunia kerja global, memahami pentingnya layanan keuangan yang aman, serta mampu mengelola penghasilan dan remitansi secara bijak sebagai bagian dari migrasi yang aman dan bermartabat. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply