October 17, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Rendahnya Kualitas SDM Pekerja Migran Menjadi Tantangan Serius Pemerintah

1 min read

JAKARTA – Masalah rendahnya keterampilan (low-skill) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan tantangan serius yang sedang ditangani secara masif oleh pemerintah.

Ketua Komisi 5 DPRD NTT Agustinus Nahak mengatakan rendahnya keterampilan (low-skill) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur, hal ini lantaran tidak dibekali terlebih dahulu sebelum pemberangkatan untuk bekerja keluar negeri.

“Contoh menyetrika pakain mereka dilatih pakai setrika logam, di tempat kerja sudah beda akhirnya bekerja tidak sesuai dimarahi bahkan disiksa majikan. Hal ini dikarenakan kuran ketrampilan para pekerja kita,” kata Agustinus, Kamis 15 Oktober 2026

Dirinya turut menyoroti sarana prasarana dari setiap Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang dinilainya tidak lengkap. Padahal setiap calon tenaga kerja sudah harus dibekali ketrampilan sebelum penempatan untuk bekerja.

Ia mengatakan, setiap Perusahaan Jasa Tenaga kerja (PJTKI) harus memiliki semacam Balai Latihan Kerja (BLK) sehingga calon tenaga kerja setelah direkrut kemudian menjalani pelatihan beberapa waktui kemudian baru diberangkatkan.

“Harus audit benar PJTKI mereka harus memiliki balai Latihan kerja jangan hanya ada papan nama dan tidak ada fasilitas pelatihan. Kebanyakan kasus diperlakukan tidak manusiawi karena kurang skill,” ucapnya.

Kebanyakan pekerja asal Kabupaten Belu-NTT sebagai PMI bekerja di sektor informal semisal sebagai pekerja rumah tangga, pengasuh bayi. Hubungan kerja yang bersifat perseorangan langsung dengan pengguna jasa (majikan) di ranah rumah tangga.

Akibat rendahnya keterampilan seringkali pekerjaan tidak sesuai oleh majikan memperlakukan secara tidak manusiawi atau di luar aturan. Tidak bisa disangkal menjadi persoalan yang dihadapi pekerja asal perbatasan Belu. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply