August 10, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Riba, Jalan Cepat Menuju Kemiskinan Spiritual

2 min read

JAKARTA – Sejarah awal munculnya hukum riba berakar dari praktik orang Yahudi yang mengharamkan riba di antara sesama mereka, tetapi menghalalkannya jika dilakukan kepada pihak lain.

Menurut Muhammad Asad dalam The Message of the Qur’an, bangsa Yahudi akan terus mengalami kesengsaraan akibat praktik riba dan memakan harta manusia secara batil.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 160:

فَبِظُلْمٍۢ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَٰتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ كَثِيرًا

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah.” (An-Nisa: 160)

Ayat di atas diturunkan terkait kebiasaan orang Yahudi yang menjalankan praktik riba dalam kehidupan mereka. Mereka memakan harta orang lain dengan cara batil, seperti penipuan dan sogok-menyogok.

Apa Itu Riba?

Riba secara istilah adalah nilai tambahan yang melebihi jumlah utang, yang biasanya telah ditentukan oleh salah satu pihak. Hukum riba adalah haram. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah 275:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”

Balasan Allah Ta’ala terhadap Pelaku Riba

1. Selalu Hidup Berkekurangan

Nabi Saw. bersabda:

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنْ الرِّبَا إِلَّا كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ “

“Tidaklah seseorang membiasakan riba kecuali Allah membalasnya dengan kekurangan.” (H.R.Ibnu Majah)

2. Tertolaknya Doa para Pelaku Riba

Nabi Saw. bersabda:

ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ:

يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالحَرَامِ،

فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ؟

“Ada seseorang yang lama bepergian, rambutnya kusut, berdebu, lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram. Maka, bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” (H.R. Muslim No. 1015)

3. Tercabutnya Berkah atas Hartanya

Nabi Saw. bersabda:

مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلَّا كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ

“Riba membuat sesuatu jadi bertambah banyak, namun ujungnya riba justru membuatnya semakin sedikit.”  (H.R. Ibnu Majah, No. 2279; Al-Hakim, 2:37)/ Sedikit dalam jumlah maupun sedikit berkah.

Cukuplah atas segala nikmat yang Allah Ta’ala karuniakan kepada kita. Jadilah hamba-Nya yang senantiasa bersyukur atas setiap nikmat-Nya. Wallahualambisawab. []

Penulis :  Ridwan Ma’ruf; Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah  (PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo.

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply