April 17, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ribuan Warga Jember -Banyuwangi Datangi Pos Pelayanan PMI

1 min read

SURABAYA – Minat warga Kabupaten Banyuwangi dan Jember untuk bekerja di Korea Selatan kian meningkat.

Hal itu terlihat dari tingginya pendaftar program penempatan pekerja migran Indonesia melalui sistem goverment to goverment (GtoG).

Koordinator Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Banyuwangi tengah melayani perekaman biometrik dan verifikasi dokumen untuk calon pekerja migran tujuan Korsel mulai 26 Februari hingga 8 Maret ini.

Data yang terhimpun, sebanyak 1.614 calon pekerja migran mengikuti proses tahap tersebut. Mereka mayoritas warga asal Banyuwangi dan Jember.

“Sebelumnya mereka telah mendaftar secara online. Dan proses perekaman biometrik dan verifikasi domumen bisa dipilih di kantor P4MI terdekat. Di sini paling banyak dari Banyuwangi dan Jember,” kata Fery, Selasa (5/3/2024).

Fery menyebut, jumlah peminat di dua wilayah ini meningkat tajam dibanding tahun lalu.

Pada 2023, jumlah peminat yang mengikuti proses tahapan tersebut di Kantor P4MI Banyuwangi hanya 400-an orang.

“Naiknya sekitar 4 kali lipat. Memang tujuan Korsel ini menjadi impian, khususnya bagi yang ingin bekerja di luar negeri. Selain gajinya tinggi, pekerjaannya juga bagus,” tambah dia.

Secara nasional, kuota program GtoG penempatan pekerja migran tujuan Korsel tahun ini sebanyak 16 ribu. Sementara lowongan yang tersedia di bidang manufaktur dan perikanan.

“Untuk manufaktur, seperti kerja di pabrik elektronik. Sementara untuk perikanan, ada budidaya ikan ataupun nelayan di sana,” sambungnya.

Calon pekerja migran yang lolos proses perekaman biometrik dan verifikasi dokumen akan mengikuti tahapan tes ujian.

Tes ini, kata Fery, bakal digelar di Semarang dan Jakarta.

“Langsung di-handle oleh pusat,” tambah dia.  []

Advertisement
Advertisement