January 28, 2023

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Saat Bayi Baru Lahir, Orang Tua Disunnahkan Melakukan Hal – Hal Berikut

3 min read

JAKARTA – Dalam agama Islam ada banyak aturan dan tata cara yang mempermudah manusia dalam bersikap. Bukan hanya untuk menuntun manusia dalam melakukan berbagai ibadah dan juga pahala, serta menjauhi larangan dan dosa.

Salah satunya saat manusia memiliki bayi yang baru lahir. Adanyanya anugerah yang bisa didapatkan orang tua atau sepasang suami istri dengan hadirnya si kecil. Namun masih banyak yang belum tahu sunnah saat bayi baru lahir. Apa saja?

 

  1. Mengumandangkan Adzan

Sunnah pertama yang dilakukan oleh orang tua untuk bayi baru lahir yaitu mengumandangkan adzan. Saat bayi lahir, adzan dan iqamah merupakan kegiatan yang dilakukan ayah dari bayi atau umumnya keluarga. Adzan dikumandangkan di telinga kanan, dan iqamah di telinga kiri, hal ini dilakukan agar bayi mendapat manfaat adzan untuk bayi baru lahir.

“Dari Abi Rafi, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah, dengan adzan shalat.” (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan Al-Hakim).

Selain itu ada juga inspirasi dari buku dengan judul Inspirasi Nabi dalam Mendidik Anak buku 105 “Khususnya saat anak pertama kali menghirup udara di dunia ini, seperti juga talqin kalimat tauhid yang sangat berguna ketika ia akan keluar dari dunia ini.”

 

  1. Aqiqah

Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah:

Yang artinya: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh, dicukur (rambutnya), dan diberi nama.” (HR. Tirmidzi no. 2735, Abu Dawud no. 2527, Ibnu Majah no. 3165. Hadis ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab Al-Irwa’ no. 1165).

Adanya hadist ini membantu menjelaskan kepada umat muslim bahwa ada kegiatan aqiqah yang disarankan untuk dilakukan kepada orang tua untuk anak bayinya khususnya berusia baru lahir hingga 7 hari.

Sehingga aqiqah dilakukan dan disarankan 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan 1 ekor untuk anak perempuan.

Namun bagaimana jika tidak memungkinkan untuk mengeluarkan dana untuk aqiqah. Maka bisa gunakan 1 ekor kambing untuk anak laki-laki maupun anak perempuan.

“Dan hendaknya rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan lalu ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua (orang tua)telah mendidikku waktu kecil”.

“Tuhan-Mu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu ; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguh-Nya Dia Tuhan yang Pengampun bagi orang-orang yang mau bertaubat.”

 

  1. Menyusui ASI 2 Tahun

selanjutnya adalah sunnah saat bayi baru lahir disarankan ibu memberikan ASI selama 2 tahun full. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dengan ibu susu-Nya. Sehingga disarankan bayi baru lahir melakukannya. Lalu bagaimana jika ibu belum bisa melakukannya?

Bisa dilakukan dengan 2 cara, cara pertama untuk bisa menggunakan ASI dari ibu pengganti atau memang mengganti dengan susu formula.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (QS Al-Baqarah [2]: 233).

Dalam definisi sendiri, menyusui menurut pengertian dalam Islam adalah radha’ah, Hal ini memiliki arti anak menghisap dan/atau menyedot ASI secara langsung. Terutama dengan sisi medis, ASI dianggap sehat dan bagus untuk bayi.

 

  1. Memberi Nama Baik

Selanjutnya yang bisa dilakukan untuk bayi baru lahir adalah memebrikan nama yang baik ataupun nama yang disukai Allah SWT. Dalam hadist riwayat Al-Bukhari disebut dari Abi Musa, “Anakku telah lahir lalu aku membawanya kepada Rasulllah. Kemudian beliau menamakannya Ibrahim dan mentahnik mulutnya dengan sebutir kurma, lalu mendoakannya agar mendapat barakah, kemudian mengembalikannya kepadaku.”

Ada banyak sekali nama yang bisa dipilih dan memiliki makna mendalam. Orang tua di Indonesia juga sudah ramah dan sering menggunakan nama Islam untuk bisa memberikan harapan dan rahmat kepada bayi yang baru lahir.

“Sesungguhnya kamu sekalian akan diseru/dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kamu dan nama-nama bapak kamu.Oleh demikian, elokkanlah nama-nama kamu.” (HR. Imam Abu Daud dari Abu Dardak ra.).

 

  1. Mencukur Rambut

Terakhir adalah mencukur rambut. Umumnya kegiatan ini berbarengan dengan aqiqah jika di Indonesia. Tujuannya untuk membersihkan kotoran yang menempel di rambut bayi terutama yang terbawa dari lahir.

Namun, dalam agama Islam hal ini diatur dan dijelaskan. Terdapat sebuah hadist yang menjelaskan mengenai mencukur rambut bayi dan aqiqah.

“Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya,” (HR. Bukhari).

Dalam dunia medis sendiri mencukur rambut bayi dapat membantu memaksimalkan penumbuhan rambut selanjutnya dan tetap bersih. Sehingga kotoran tidak menempel dan menyebabkan gatal apalagi ada jamur pada bayi. Jadi sunnah diatas telah anda lakukan kepada si kecil bukan? []

Sumber Islamic Base

Advertisement
Advertisement