December 10, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Saat Masih Bayi Berusia 14 Hari Dibuang Ortunya, Setelah Dewasa, Menjadi Doktor, Ortunya Merayu Mau Pulang Kembali

2 min read

HONG KONG – Xiao Jingjing adalah perempuan sukses yang dibuang orang tua kandungnya, karena tidak terlahir sebagai laki-laki. Saat itu dirinya masih berusia 14 hari. Orang tua kandungnya meninggalkannya di gerbang rumah sakit, lalu pergi begitu saja.

Pada hari yang sama, sepasang suami istri datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan kehamilan. Sang suami bernama Xiao Chunyang dan istrinya berencana ingin memiliki anak. Namun, saat itu istrinya berusia 30 tahun, jadi ia kesulitan untuk punya anak di usianya, kata dokter.

Tentu saja kabar seperti itu tidak enak didengar. Mereka keluar dan hanya bisa pasrah pada kuasa Tuhan. Tapi bagai cerita dalam dongeng, ketika mereka keluar, mereka mendengar tangisan bayi.

Dicarilah sumber suara tersebut, keduanya sangat terkejut melihat bayi perempuan yang hanya terbungkus selimut katun. Wajah bayi itu pucat akibat kedinginan. Bagaimana tidak, tahun 1987 di Kota Xiaogan, Provinsi Hubei, China, cuaca saat itu benar-benar dingin dan jalanan tertutup salju.

Mereka meminta bantuan rumah sakit untuk menemukan orangtuanya. Namun petugas di rumah sakit tidak mampu menemukannya. Hingga akhirnya berbekal surat keterangan dari rumah sakit, mereka membawa bayi itu pulang.

Mereka memberi nama bayinya itu dengan nama Xiao Jingjing. Lalu, walaupun perekonomian mereka bermasalah, Xiao Jingjing hidup dengan kasih dan cinta dari orangtuanya dan mereka selalu memberikan yang terbaik untuk putrinya.

Pada 2001 Xiao Jingjing merasakan kesedihan yang dalam, Qi Chunlan ibu angkat Xiao Jingjing, meninggal dunia. Xiao Jingjing merasa sangat kehilangan, karena ibunya tidak diberi kesempatan untuk bisa melihat dirinya sukses. Saat sekarat ibunya bahkan sempat menceritakan tentang asal usul Xiao Jingjing.

Pendidikan Xiao Jingjing berjalan mulus, pada 2005 dia diterima di Universitas Huazhong dengan nilai tinggi dan pada 2011 setelah ia lulus, ia diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan doktoral di Kanada.

Saat itulah Xiao Jingjing tau keberadaan orangtua kandungnya, dan ternyata mereka tinggal di lingkungan yang sama. Orang tua kandung yang tau putrinya sukses, ingin mendapatkan Xiao Jingjing lagi.

Bahkan mereka menawarkan uang senilai Rp1 miliar untuk ayah angkatnya. Namun, Xiao Jingjing tidak merasakan hubungan orang tua dan anak pada orang tua kandungnya. Dia merasa kalau orang tuanya adalah orang tua angkatnya yang selalu ada di sisinya.

Xiao Jingjing heran, kenapa mereka tidak menjemputnya padahal mereka tinggal di wilayah yang sama. Alasan mereka meninggalkan dirinya, hanya karena dia terlahir sebagai perempuan, sedangkan mereka menginginkan seorang putra. []

Advertisement
Advertisement