September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Sembilan PMI yang Dinyatakan Poisitif Corona Dalam Kondisi Hamil dan Salah Satunya Mengalami Kontraksi

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SURABAYA – Sembilan dari 15 perempuan positif OTG (orang tanpa gejala) Covid-19 yang dirawat di rumah isolasi OTG di Gedung E2 Asrama Haji Sukolilo Surabaya dalam keadaan hamil. Satu pasien atas nama Nurhalimah asal Sampang kini mengalami kontraksi dan akan melahirkan.

Tim tenaga kesehatan (nakes) dari Dinkes Jatim merujuk Nurhalimah ke Rumah Sakit Husada Prima atau RS Paru Surabaya. “Pasien sudah diantarkan tim nakes ke RS Paru menggunakan ambulans yang ada di Gedung E2,” kata Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M. Solihin, Sabtu (31/7/2021).

Ia menjelaskan, Nurhalimah adalah salah satu pasien OTG yang masa kehamilannya paling tua. Sebelumya, PMI yang datang bersama anaknya dari Malaysia itu saat tiba dinyatakan positif Covid-19 saat dari hasil tes usap PCR ketika masuk karantina Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Nurhalimah ini aslinya dari Karawang Jawa Barat, suaminya orang Sampang. Saat tiba di Surabaya, dia positif. Suami dan anaknya yang masib berusia 11 bulan pun dipulangkan lebih dulu usai karantina karena dinyatakan negatif Covid-19,” ungkapnya.

Nurhalimah pun menjalani isolasi sendiri di Gedung E2 Asrama Haji tanpa keluarga saat hamil tua. “Memang ada sembilan wanita hamil yang isolasi di E2. Jadi tim nakes dan tim Trenggana pun selalu siaga jika keadaan darurat ada pasien yang kritis atau mau melahirkan,” jelasnya.

Dari info Tim Trenggana, saat ini Nurhalimah sudah dalam penangaman tim medis di RS Paru. Dengan kontraksi yang terjadi, kata dia, masih memungkinkan sebagai pasien OTG itu bisa melahirkan secara normal.

“Kami mendoakan saudari Nurhalimah bisa melahirkan dengam selamat, ibu dan anaknya. Termasuk delapan PMI lain yang masih isolasi, semoga tetap dalam keadaan sehat,” pungkasnya. []

Kominfo Jatim

Advertisement
Advertisement