January 17, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Setiap Anak yang Yatim atau Yatim Piatu Karena Corona akan Mendapat Bantuan

2 min read
-

JAKARTA – Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengungkapkan, banyak anak yang mengalami guncangan psikologis pascakehilangan orang tuanya. Untuk itu, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan psikologis kepada anak disabilitas dan anak yang kehilangan orang tuanya akibat covid-19.

Bantuan ini diberikan kepada 157 anak yatim piatu diberi bantuan berupa tabungan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Pemerintah juga memberikan bantuan alat bantu ke 29 anak disabilitas. Bantuan tersebut disesuaikan kebutuhan mereka, seperti alat bantu dengar dan kursi roda.

“Bantuan diberikan saat kegiatan pelayanan psikososial terhadap anak-anak terdampak covid-19 di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Risma dalam keterangannya, Selasa (02/11/2021) kemarin.

Berdasarkan data Kementerian Sosial per tanggal 1 November 2021, ada 38.360 anak yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu akibat covid-19. Dari keseluruhan data tersebut, jumlah anak yang sudah diberikan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) melalui Balai/Loka Rehabilitasi Sosial berjumlah 13.085 anak.

Di tahun 2022 mendatang, akan diusulkan sebanyak 4,3 juta anak yatim piatu untuk memperoleh bantuan Atensi. Rinciannya, setiap anak yang belum sekolah mendapatkan Rp300.000 per bulan dan anak sudah sekolah mendapatkan Rp200.000 per bulan.

Risma menyatakan, anak-anak yang kehilangan orang tuanya mengalami syok. Untuk itu, pemerintah terus berupaya untuk mendukung kegiatan pelayanan psikososial.

Pemberian bantuan ini diselenggarakan oleh Polri dan TNI, bersama dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Kemensos, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengurus Bhayangkari, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Himpunan Psikologi Indonesia, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Yayasan Advent Respon Cepat.

“Sebelumnya terima kasih kepada Kepolisian RI (Polri) dan TNI yang menyelenggarakan kegiatan ini Karena pascaanak-anak kehilangan orang tuanya, mereka mengalami guncang, sehingga dibutuhkan terapi agar anak-anak itu bisa semangat kembali,” tambah Risma.

Risma juga sempat menyapa dan memotivasi beberapa anak yang terdampak di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui daring. Kepada mereka, Risma terus memperkuat motivasi agar mereka bisa bangkit dan percaya diri untuk melanjutkan hidup dan menggapai cita-citanya.

“Tidak boleh sedih, harus terus percaya diri karena disana ada bapak TNI dan Polisi yang akan mendampingi, jadi tidak boleh nyerah, tidak boleh putus asa,” ujar Risma.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berharap jika anak-anak tetap aktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari mereka. Dia pun berjanji Kepolisian akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan anak-anak yang kehilangan orang  tuanya dapat terus tumbuh seperti anak lainnya.

“Anak-anak kita yang telah kehilangan keluarganya, kita pastikan tetap bisa tumbuh normal dan aktif,” katanya. []

Advertisement
Advertisement