Tak Hanya Lulusan SMK, Kini Lulusan Madrasah Aliyah Program Plus Didorong Menjadi PMI
3 min read
JAKARTA – Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Ahnas, mendorong lulusan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) untuk meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan peluang kerja di pasar global.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Ahnas saat menjadi narasumber dalam rangkaian Expo dan Rapat Kerja Nasional (EXTRANAS) 2026 Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MAKN di Lamongan, Jawa Timur, Jumat (11/9/2026).
“Peluang kerja di luar negeri masih terbuka luas. Berdasarkan data Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) aktif dalam Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) per 30 Agustus 2026, terdapat 289.938 lowongan kerja luar negeri, dengan 215.603 lowongan atau 74,4 persen masih tersedia. Selain itu, berdasarkan job order yang diterima dari Perwakilan Republik Indonesia, terdapat potensi 940.322 peluang kerja luar negeri,” ujar Ahnas.
Ahnas melanjutkan, peluang kerja yang besar harus diikuti dengan kesiapan calon pekerja. Kompetensi teknis, keterampilan bahasa, sertifikasi, kesiapan mental, serta pemahaman terhadap prosedur penempatan menjadi faktor penting agar generasi muda Indonesia dapat bersaing di pasar kerja internasional.
“Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia kepada Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas calon Pekerja Migran Indonesia, melalui pendidikan vokasi dan peningkatan keterampilan, sehingga penempatan pekerja terampil dapat terus dioptimalkan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahnas juga memperkenalkan Program SMK Go Global, yakni salah satu program strategis pemerintah yang menjembatani pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja global. Program ini diarahkan untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan tersertifikasi, membuka akses penempatan yang prosedural, memberikan pelindungan secara menyeluruh, serta memperkuat sinergi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan dunia industri.
Melalui program ini, pemerintah secara bertahap mempersiapkan 500.000 calon pekerja migran pada periode 2026–2029, di antaranya untuk sektor caregiver, welder, hospitality, nurse, truck driver, dan lainnya. Dalam peta kebutuhan pelatihan dan target penempatan, sebanyak 300.000 calon pekerja migran berasal dari lulusan SMK dan 200.000 dari peserta umum, dengan peluang penempatan antara lain ke Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, kawasan Eropa, Turki, Taiwan, dan Maladewa.
Ahnas berharap, kesempatan dalam program tersebut dapat diperluas dan dimanfaatkan oleh lulusan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nasional dan MAKN yang memiliki karakteristik pendidikan berbasis keterampilan dan vokasi.
“Kami berharap lulusan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MAKN juga dapat mengambil bagian dalam ekosistem penyiapan tenaga kerja global. Kompetensi yang diperoleh di madrasah harus dapat dihubungkan dengan kebutuhan nyata pasar kerja. Dengan penguatan keterampilan, bahasa, sertifikasi, serta proses penempatan yang sesuai prosedur, lulusan madrasah memiliki peluang yang sama untuk bersaing dan bekerja secara profesional di berbagai negara,” ujar Ahnas.
Ia menambahkan, keterlibatan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dalam ekosistem SMK Go Global perlu didorong melalui koordinasi lebih lanjut antara KP2MI, Kementerian Agama, satuan pendidikan, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, serta mitra penempatan. Langkah tersebut diperlukan agar kompetensi yang diajarkan kepada peserta didik dapat semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan peluang penempatan yang tersedia.
KP2MI juga terus memperkuat program penyiapan, pelatihan, dan vokasi bagi calon Pekerja Migran Indonesia, dengan pelatihan antara lain pada bidang welding, care worker/caregiver, plantation worker, hospitality, serta peningkatan kemampuan bahasa Jepang, Korea, Inggris, Mandari, dan Jerman.
Melalui sinergi tersebut, Direktur Jenderal Penempatan berharap Madrasah Aliyah Plus Keterampilan tidak hanya menyiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja nasional, tetapi juga mampu menjadi salah satu sumber calon tenaga kerja Indonesia yang kompeten, terampil, tersertifikasi, dan berdaya saing global.
“Yang paling penting bukan sekadar bekerja ke luar negeri, tetapi memastikan anak-anak muda Indonesia berangkat dengan kompetensi, melalui jalur yang benar, mendapatkan pekerjaan yang sesuai, serta memperoleh pelindungan sejak sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah kembali ke Indonesia,” pungkasnya. []
