October 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Terlibat Penipuan Online HKD 2 Juta, 10 PRT Asing Dibekuk Polisi Hong Kong

2 min read
Foto SCMP

Foto SCMP

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Insiden penipuan online yang memakan korban seorang perempuan warga Hong Kong baru-baru ini menyeruak ke permukaan dan mengejutkan. Pasalnya, luasnya pergaulan dan wawasan seseorang, belum tentu bisa membuat seseorang aman dari ancaman penipuan online alias penipuan di dunia maya.

Mengutip pemberitaan SCMP, penipuan online tersebut melibatkan 10 orang PRT asing yang saat ini masih aktif bekerja di Hong Kong.

Terungkapnya peristiwa ini bermula dari laporan seorang perempuan Hong Kong yang menjadi korban. Dalam laporannya, korban mengaku menjalin komunikasi yang cukup intim dengan seorang pria yang mengaku sebagai seorang pengusaha Korea kelahiran Amerika. Korban dan pelaku berhubungan di dunia maya sejak pertengahan 2020. Keintiman hubungan tersebutlah yang membuat korban terlena.

Sumber dari Kepolisian Distrik Tuen Mun yang menangani kasus ini menyatakan, pelaku mengeluhkan masalahnya kepada korban, bahwa pelaku sedang menghadapi kerugian akibat kegagalan dalam investasinya. Pelaku yang mengaku tinggal di Amerika, akan berpindah ke Hong Kong dan akan menikahi korban.

Ujungnya, korban mentransfer uang ke 10 rekening dalam belasan kali transaksi hingga total noilai transfernya mencapai HKD 2 Juta.

Setelah sekian banyak uang tertransfer, pelaku tidak bisa lahi dihubungi kontaknya oleh korban. Korban yang menyadari telah menjadi korban penipuan, akhirnya wadul ke Kantor Polisi.

Polisi yang melakukan gerak cepat akhirnya berhasil menemukan pelaku. Tak hanya itu, Polisi juga menahan 11 perempuan, dimana 1 diantara mereka merupakan perempuan warga lokal, dan 10 lainnya merupakan pekerja rumah tangga asing di Hong Kong karena terlibat dalam kasus ini.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, dari 10 PRT asing tersebut, terdapat satu orang yang berperan sebagai perekrut 9 PRT asing lainnya agar bersedia membuka rekening dengan mendapat imbalan.

Kasus ini sedang dalam penanganan Kepolisian Distrik Tuen Mun untuk di perdalam sebelum dilimpahkan ke pengadilan. []

 

Advertisement
Advertisement