Trio Ruwet Indonesia Adalah Jokowi, Prabowo dan Gibran
2 min read
JAKARTA – Berganti pemerintahan tidak mengubah gelap menjadi terang. Yang terjadi justru bertambah gelap. Meski Presiden Prabowo mengecam orang yang mengkritik pemerintahannya dan memberi predikat Indonesia gelap, namun perubahan ke arah yang lebih baik tidak dirasakan oleh rakyat.
Prabowo lupa yang menyebut Indonesia gelap pertama kali adalah mahasiswa, bukan lawan politik. Artinya murni perasaan keadilan bukan kepentingan.
Pertama, kegelapan itu karena terang-terangan Jokowi masih hidup dan menguasai. Masih bisa mengatur orang-orang di Kabinet dan mengendalikan aparat. Perlindungan atas berbagai kejahatannya masih kuat.
Korupsi aman, ijazah palsu terjaga, kebohongan tidak dihentikan, pengkhianatan leluasa, pemerasan berlanjut, dan penggelapan bertambah kelam. Jokowi penyebab negeri ini tetap berputar dalam ruwet abadi.
Kedua, Prabowo bukan tipe pendobrak. Keberanian hanya menggebrak. Tidak becus memerintah, mengatasi kesengsaraan rakyat cukup dengan berjoget melalui program pencitraan MBG dan KMP. Piknik ke luar negeri adalah hobi, bersenang dengan si doi.
Katanya pakai duit sendiri, tapi kas negara terkuras. Omongannya tidak bisa dipercaya. Prabowo marah ketika disebut gagal padahal fakta Indonesia semakin parah. Rupiah melemah dan rakyat terbuang menjadi sampah. Sementara dirinya dan para pejabat hidup mewah.
Ketiga, Gibran Wakil Presiden paling mengerikan. Tidak jelas pendidikan serta produk dari kecurangan. Moralitas memalukan dan sama sekali tidak memberi kemashlahatan. Anak kecil itu dipaksa duduk di singgasana tanpa pengakuan.
Ia berjalan kesana kesini dalam kebingungan bagai kesurupan atau tidak fokus fikiran. Gibran adalah boneka di lemari pajangan. Negara rugi besar telah mengalokasikan anggaran.
Jokowi pemimpin tidak banyak omong tapi merusak kepada rakyatnya. Prabowo pemimpin yang banyak omong tetapi tidak peduli pada suara dan nasib rakyatnya.
Gibran pemimpin yang tidak ada suara dan tidak ada manfaat untuk rakyatnya. Ketiganya bukan pemimpin yang jujur dan amanah tetapi khianat pada rakyatnya. Di bawah kepemimpinan mereka Indonesia susah dan tidak berkah.
Untuk perbaikan ke depan maka tiga ruwet di atas harus dihilangkan. Ini keniscayaan untuk memulai membangun kepercayaan dan kesejahteraan. Selama tiga ruwet bercokol, maka negara ada dalam bahaya dan bencana.
Sesungguhnya sulit untuk mencari pilihan, selain jalan lurus Konstitusi, yakni :
Tangkap dan adili Jokowi, makzulkan Prabowo Gibran.
Tangkap dan adili Jokowi, makzulkan Prabowo Gibran.
Tangkap dan adili Jokowi, makzulkan Prabowo Gibran.
Selanjutnya terserah kepada seluruh rakyat Indonesia untuk merebut ridha Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
Konsisten berjuang untuk menjadikan manusia yang adil dan beradab. Bukan manusia-manusia zalim dan biadab. []
Penulis : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan
