May 9, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Waspada, Berikut ini 11 Penyebab Perceraian yang Paling Sering Terjadi

3 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Perceraian bisa menyebabkan perasaan kesepian atau tidak ada yang mengerti apa yang Anda alami. Reaksi ini umum dihadapi saat menghadapi masa-masa sulit.

Semua pernikahan akan mengalami kesulitan cepat atau lambat. Contohnya saat merasa ada hal-hal yang tampak aneh dengan pasangan akhir-akhir ini atau lebih sering bertengkar, serta pertengkaran berlangsung lebih lama.

Mengetahui alasan-alasan umum orang-orang bercerai mungkin justru akan menyelamatkan pernikahan. Berikut 11 alasan umum orang bercerai dikutip dari Survive Divorce.

 

Uang

Uang menjadi salah satu alasan paling umum perceraian karena menyentuh banyak bagian dari kehidupan. Tidak peduli seberapa banyak uang yang dimiliki, selalu ada masalah uang sebagai penghubung utama dalam pernikahan.

Misalnya, mulai dari tujuan yang berbeda terhadap tujuan masa depan, atau memiliki utang yang tidak diketahui pasangan, penghasilan yang lebih banyak atau lebih sedikit dari pasangan, kehilangan pekerjaan, hingga tidak bijak menggunakan kartu kredit bisa menjadi alasan perceraian.

Anda mungkin tidak bisa sepenuhnya menghindari masalah keuangan. Tetapi jika menghadapi tantangan keuangan dengan kejujuran dan sebagai sebuah tim, pernikahan memiliki peluang jauh lebih baik untuk bertahan.

 

Kurang keintiman

Keintiman melibatkan perhatian pasangan. Tanda pernikahan yang sehat adalah menanyakan dan mendengarkan bagaimana hari yang telah dilewati pasangan atau apa kekhwatiran. Ketika keintiman kecil ini hilang, setiap pasangan mungkin merasa ditolak. Hal ini kemudian bisa mengarah lebih jauh kepada kualitas hubungan. Seiring waktu ini akan membuat pasangan atau Anda merasa tidak dicintai atau dihargai.

 

Tidak setia

Perselingkuhan secara fundamental mengubah pernikahan karena akan mengikis kepercayaan dan menyebabkan gangguan dalam komunikasi. Namun, yang mengejutkan banyak suami istri yang berurusan dengan masalah perceraian dan mencari cara untuk tetap bersama.

 

Kekerasan

Banyak orang berpikir kekerasan hanyalah masalah fisik. Tapi, sebenarnya kekerasan secara materi dan juga emosional adalah bagiannya. Berteriak, tidak perhatian, selalu marah, menekan akses keuangan, komentar menyakitkan, juga sama merusaknya dengan kekerasan fisik.

 

Kurang kompatibilitas

Pada pernikahan yang sehat, perubahan diartikan sebagai hal yang baik. Namun, ada kalanya perubahan artinya menjadi semakin terpisah. Perlu diingat perubahan tidak bisa dihindari. Suka atau tidak, jika telah menikah selama beberapa waktu, Anda yang sekarang bukan yang dulu. Hal yang sama berlaku untuk pasangan.

 

Penampilan fisik

Laki-laki maupun perempuan ingin pasangan yang menarik. Perubahan dalam penampilan fisik dapat mempengaruhi tingkat keintiman, harga diri, dan banyak bagian dari kehidupan lain. Hal ini bisa menciptakan tantangan tersendiri untuk pernikahan.

 

Kecanduan

Ketika kecanduan hadir dalam penikahan, ini akan menyebabkan pasangan berbohong, menipu, mencuri, atau mengkhianati kepercayaan mendasar. Kecanduan ini tidak hanya terbatas pada alkohol atau obat-obatan terlarang. Kecanduan juga termasuk belanja dan tidak bisa mengontrol pengeluaran.

 

Menikah muda

Salah satu alasan terbesar pasangan untuk bercerai adalah tidak sepenuhnya mempersiapkan diri untuk menikah. Kurang dewasa, kurang mapan, belum matang, dan tidak mengerti cara berkomunikasi yang efektif juga menjadi alasan perceraian.

 

Menikah karena alasan yang salah

Beberapa orang yang menikah memiliki harapan yang tidak masuk akal tentang pernikahan yang seharusnya dan mereka akhirnya kecewa karena dongeng tidak sesuai dengan kenyataan.

Semua pernikahan mengalami pasang surut, juga harus ada aliran dan keteraturan alami dalam hubungan. Aliran ini harus bisa dirasakan dan dilihat ketika proses pendekatan sebelum menikah.

 

Kurang komunikasi

Ketika Anda dan pasangan tidak bisa lagi berkomunikasi secara konstruktif, pernikahan mungkin dalam masalah yang besar. Komunikasi bisa menjadi hal awal yang dikorbankan ketika menghadapi kehidupan yang sibuk.

Akan berbahaya ketika Anda melakukan autopilot dan membuat asumsi dalam hal komunikasi. Hal ini bisa berarti Anda menempatkan diri pada banyak kebencian, frustasi, kemarahan, dan hal lain yang akan menyebar ke dalam kehidupan pernikahan.

Kurang kesetaraan dan identitas

Pernikahan yang ideal harus melibatkan komunikasi terbuka dan kompromi dengan ruang bernapas sehingga kedua belah pihak merasa memiliki kepentingan yang berarti dalam kemitraan, yang seringkali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Menikah tidak selalu berarti bersama. Anda bisa membunuh hubungan jika tidak memberinya waktu dan ruang yang dibutuhkan untuk berkembang sehingga berujung perceraian. []

Sumber Gaya Hidup Tempo

Advertisement
Advertisement