November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Yahoo! Resmi Angkat Kaki dari China

2 min read

FILE - A woman walks past a Yahoo billboard in a Beijing subway on March 17, 2006. Photo: AP via RSS

-

HONG KONG – Yahoo, perusahaan internet yang dikenal dengan layanan mesin pencari, e-mail, dan direktori populer, resmi angkat kaki dari China. Layanan-layanan yang disediakan oleh Yahoo sudah tidak bisa lagi diakses di China mulai awal bulan ini.

Yahoo menjadi perusahaan teknologi beken kedua yang hengkang dari Negeri Tirai Bambu sejak sebulan belakangan, setelah LinkedIn (Microsoft) memutuskan tutup pada pertengahan Oktober 2021. Yahoo mengatakan keputusannya didasari situasi regulasi yang makin ketat di China.

“Sebagai pengakuan atas meningkatnya tantangan dari lingkungan bisnis dan hukum di China, layanan Yahoo tidak dapat lagi diakses dari China Daratan mulai 1 November,” kata juru bicara Yahoo.

Hengkangnya Yahoo dari China tersebut bertepatan dengan diberlakukannya Undang-Undang (UU) Perlindungan Informasi Pribadi China. UU privasi itu disinyalir bakal mengekang pengumpulan data pengguna China oleh perusahaan teknologi, seperti Yahoo, misalnya.

Namun, Yahoo sendiri tidak menyebutkan secara langsung apakah penerapan undang-undang privasi tersebut menjadi salah satu faktor di balik penutupan layanannya.

 

Layanan-layanan Yahoo yang dihentikan di China

Pasca pengumuman hengkang tersebut, pengguna internet China pun mendapatkan notifikasi terkait penghentian sejumlah layanan yang disediakan atau di-hosting oleh Yahoo. Misalnya, dari web browser AOL.com, dan sejumlah situs media seperti Tech Crunch dan Engadget.

Bahkan layanan cuaca Yahoo Weather sudah menampilkan notifikasi tersebut sejak Oktober, sebelum benar-benar dihentikan operasinya pada Senin (01/11/2021) lalu.

Situs antisensor Applecensorship.com turut melaporkan, aplikasi Yahoo Finance (berita keuangan dan data) serta Yahoo Mail sudah lebih dulu menghilang dari toko aplikasi App Store China sejak 14 Oktober. Aplikasi ini disebut tidak terlalu banyak dipakai di Negeri Tirai Bambu itu.

Yahoo sendiri masuk ke pasar China pada 1999, dengan meluncurkan layanan e-mail, mesin pencarian, dan layanan penerjemahan bahasa untuk artikel-artikel dari Amerika Serikat.

Sejak adanya kesepakatan kerja sama pada 2005, sebagian besar kegiatan operasional Yahoo dijalankan perusahaan teknologi raksasa milik Jack Ma, Alibaba Group Holding. Namun, beberapa waktu belakangan, Alibaba juga secara bertahap menghentikan layanan Yahoo.

Pada 2021, atau setelah 22 tahun hadir di China, Yahoo pun akhirnya memutuskan untuk hengkang.

Ketatnya regulasi di China sudah berdampak ke sejumlah pemain di industri teknologi. Selain Yahoo dan LinkedIn yang notabene dari AS, pemain lokal juga terimbas. Misalnya Tencent memutuskan untuk menghentikan game Fortnite di China mulai 15 November mendatang.

Pemerintah China belakangan menerapkan serangkaian pembatasan bermain untuk anak-anak serta menunda proses approval untuk aneka game baru, sebagamana dihimpun dari The Wall Street Journal, Selasa (09/11/2021).

Raksasa e-commerce, Alibaba, juga dijatuhi denda senilai lebih dari Rp 40 triliun pada awal tahun ini karena tudingan monopoli. Sementara pendirinya, Jack Ma, menghilang dari publik semenjak mengkritik pemerintah China pada Oktober 2020.[]

Sumber MSN

 

Advertisement
Advertisement