Ayu, PMI yang Habis Dugem Meninggal di Taman, Jenazahnya Dipulangkan

Prime Banner

KARAWANG – Setelah viral di sosial media, kabar meninggalnya Ayu, PMI asal Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Karawang Jawa Barat yang memiliki nama lengkap Sri Rahayu akhirnya ditindaklanjuti dengan pemulangan jenazahnya ke kampung halaman.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjemput jenazah Sri Rahayu,  di Malaysia, Rabu (06/11/2019).

“Langsung diserahkan kepada keluarga,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ahmad Suroto.

Kabar meninggalnya Sri pun ramai di akun media sosial Facebook, bahkan keluarganya baru mengetahui kabar duka dari media sosial. “Setelah itu keluarganya menghubungi kita. Kita segera melapor BNP2TKI dan langsung direspon,” ungkapnya.

Ia memastikan Sri merupakan PMI legal. Ia berangkat melalui PJTKI secara prosedural. Bahkan seluruh pembiayaan pemulangan jenazah ditanggung langsung oleh sponsor yang memberangkatkan Sri ke Malaysia.

“Karena Sri memang melakukan pemberangkatan melalui jalur prosudural atau legal,” jelasnya.

Orangtua Sri, Enang (50) hanya bisa pasrah atas kepergian anaknya. Dia tidak akan menuntut siapapun atas peristiwa di negara Jiran Malaysia. Dia menggangap hal itu peristiwa yang harus ditanggung keluarga.

“Saya pasrah atas meninggalnya anak di Malaysia,” kata Enang, di rumah duka.

Pemulangan jenazah terbilang lebih cepat karena pihak PJTKI PT Azuba Manfower Indonesia langsung merespon keinginan keluarga untuk pemulangan jenazah. Akhirnya dalam waktu 4 hari bisa dipulangkan ke kampung halaman. Namun dia tidak bisa memastikan penyebab pasti meninggalnya PMI asal Jayakerta tersebut. Karena belum ada laporan hasil visum dan laporan dari pihak KBRI.

“Penyebab pasti meninggal almarhumah tersebut belum tahu persis karena visumnya belum diterima,” pungkasnya.

 

Mimpi amarhumah yang terkubur

Pada bulan Desember 2019, Sri berencana pulang dan membangun rumah milik orang tuanya yang sudah rusak. “Sebelum dikabarkan meninggal Sri Rahayu sudah ada niat mau bangun rumah,” kata Enang.

Niat Sri Rahayu berangkat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Negara Jiran Malaysia agar bisa membangun rumah milik orang tuanya yang sudah lama rusak. Dia sempat menanyakan biaya pembuatan rumah.

Selama ini komunikasi keluarga dengan Sri lancar dan tidak ada keluhan selama bekerja menjadi pembantu rumah tangga.

“Bulan depan rencananya dia akan pulang, bulan ini rencananya akan membuat visa ,” ujarnya.

Suami korban, Deriansah (24) tidak menyangka sama sekali istrinya ditemukan tergeletak di sebuah taman di Malaysia. Padahal dua hari sebelumnya sempat berkomunikasi dengan istrinya. Bahkan mereka sempat bercanda dan melepas rindu bersama anaknya yang masih berusia 5 tahun bernama Anggun Oktaviani.

“Kalau firasat sih tidak ada, karena dua hari sebelumnya sempat komunikasi sambil bercanda,” tuturnya.

Keluarga mengetahui Sri Rahayu meninggal dunia dari media sosial sebelum ada kabar resmi dari pemerintah. “Kami tahu Sri meninggal dari medsos,” katanya. []

You may also like...

Leave a Reply