October 23, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kebanjiran PMI Pulang dan Cuti, Satgas Corona Sragen ODP-kan 65 PMI

2 min read
Feature Image Kebanjiran PMI Pulang Cuti, Satgas Corona Sragen ODP-kan 65 PMI

Feature Image Kebanjiran PMI Pulang Cuti, Satgas Corona Sragen ODP-kan 65 PMI

Prime Banner

SRAGEN – Sebagai salah satu kantong pekerja migran besar di Jawa Tengah, menjadi konsekwensi logis di kawasan Sragen akan selalu kedatangan pekerja migran yang pulang baik cuti maupun seterusnya setiap saat.

Ditengah situasi wabah corona, tentu hal tersebut meningkatkan eskalasi kesibukan Pemerintah Kabupaten pimpinan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ini.

Terkait dengan penanganan corona, dalam keterangan pers yang didapat ApakabarOnline.com, di Sragen saat ini ada sebanyak 65 orang berstatus dalam pemantauan atau ODP terkait corona karena berisiko tinggi terinfeksi virus corona (Covid-19). Mereka merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menginstruksikan paramedis dan dokter di 25 puskesmas untuk memantau secara harian kondisi kesehatan mereka. Data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menunjukkan jumlah ODP awalnya 11 orang, kini melonjak menjadi 65 orang di hampir 20 kecamatan.

“Mereka baru pulang dari Korea Selatan, Arab Saudi, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Belanda, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat.” terangnya kemarin (16/03/2020).

Yuni memprediksi dalam 2-3 hari ke depan banyak PMI asal Sragen yang pulang kampung karena tempat kerja mereka juga diliburkan.

“Seperti semalam ada rombongan dua bus yang baru pulang dari Bali di Masaran. Ada juga pelajar yang habis studi tour ke Bali yang baru pulang. Mereka sebenarnya ODP tetapi kami bicara orang yang berisiko tinggi terkena Covid-19 [virus corona], seperti warga yang baru datang dari luar negeri. Petugas puskesmas harus siap,” ujar Yuni di rumah dinasnya.

Yuni menjelaskan pantauan ODP corona di Sragen selama 14 hari itu terhitung sejak mereka tiba dari luar negeri di daerah masing-masing. Dia mengatakan mereka harus dicek kesehatannya setiap hari, seperti mengecek suhu tubuh, keluhan mereka, gejalanya, dan seterusnya. Bila ada keluhan panas, ujar Bupati, pemantauan lebih intensif.

“Pemantauan ini dilakukan secara daily [harian] dan petugas yang datang ke rumah warga, bukan warga yang datang ke puskesmas. Saya apresiasi kepada para perawat dan dokter,” ujarnya. []

Advertisement