October 27, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pakar Hong Kong Menyebut Tinja Bisa Digunakan Untuk Mendeteksi Keberadaan Virus Corona Pada Seseorang

1 min read
Paul Chan, ketua Departemen Mikrobiologi Chinese University of Hong Kong (Foto SCMP)

Paul Chan, ketua Departemen Mikrobiologi Chinese University of Hong Kong (Foto SCMP)

Prime Banner

HONG KONG – Para peneliti dari Chinese University of Hong Kong menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 dapat bertahan di usus, bahkan setelah virus dibersihkan dari saluran udara. Hal ini membuat tinja atau kotoran bisa menjadi cara yang lebih baik untuk mendeteksi virus daripada penyeka hidung secara tradisional.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis GUT tersebut mengatakan virus dapat terus menginfeksi saluran pencernaan bahkan jika pasien tidak menderita gejala di bagian sistem pencernaan. Para peneliti melihat sampel tinja dari 15 pasien Covid-19 dan menemukan infeksi virus usus aktif pada tujuh pasien, bahkan tanpa gejala di bagian sistem pencernaan.

Tiga dari mereka terus menderita infeksi virus usus aktif selama enam hari setelah sampel pernapasan mereka negatif terkena virus. “Temuan ini menunjukkan bahwa sampel tinja mungkin cara yang lebih baik untuk mendeteksi virus,” tulis para peneliti, seperti dikutip Fox News, Selasa, 8 September 2010.

Advertisement

Paul Chan, ketua Departemen Mikrobiologi Chinese University of Hong Kong mencatat bahwa sanpe tinja anak-anak lebih baik karena viral load mereka ‘jauh lebih tinggi’ dibandingkan orang dewasa. “Spesimen feses lebih nyaman, aman dan non-invasif untuk dikumpulkan pada populasi anak dan dapat memberikan hasil yang akurat,” ujar Chan.

Studi ini, Chan menuturkan, membuktikan juga bahwa beberapa pasien yang dipulangkan mungkin masih membawa sampel tinja yang dapat menularkan virus ke anggota keluarga atau teman mereka. “Karena itu, mereka harus waspada, menjaga kebersihan dengan baik serta mendisinfeksi toilet dan rumahnya secara rutin,” kata dia. []