Prime banner

SIDOARJO – “Semua ini berawal dari Wan Chai. Jujur, saat saya berhadapan dengan masalah, dan dalam kondisi galau, dulu saya memang gemar melepas kegalauan saya di kelap kelipnya Wan Chai. Namun, hal itu hanya berlangsung beberapa bulan saja, saat sebuah insiden pelecehan seksual menimpa saya, kemudian saya ditolong oleh seorang warga Inggris” tutur Sapti Dwi Sundari saat mengawali percakapan dengan Apakabaronline.com

Sapti, mantan PMI Negeri Beton yang telah 4 tahun survive di Indonesia ini mengaku, apa yang dia raih saat ini, berawal dari Wan Chai. Sebuah keberuntungan bagi Sapti, yang nyaris menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh pria berkebangsaan Pakistan 6 tahun silam, ternyata membawa hikmah keberuntungan yang dia lakoni hingga kini.

Dari perkenalannya dengan warga Inggris yang menolong Sapti 6 tahun silam, Sapti diberi banyak nasehat oleh pria tersebut.

“Kamu itu masih lugu, kamu jangan kesini. Kalu kamu ada masalah, sana pergi ke pantai atau ke gereja agar kamu bisa merenungkan jalan keluarnya, begitu katanya Mr Alex pada saya saat itu.” kenangnya.

Persahabataan Sapti dengan Alex, membuahkan kerjasama yang secara finansial saling menguntungkan. Alex, ekspatriat di Hong Kong tersebut ternyata juga memiliki sebuah usaha di Bali dan Surabaya. Di Surabaya, Alex memiliki usaha dalam bidang rempah-rempah yang diekspor ke berbagai negara. Sedangkan usaha Alex yang di Bali inilah, Sapti bisa ambil bagian menjadi supplier Clothing dan beberapa produk Sidoarjo lainnya, untuk di jual di pasar lokal Bali melalui gerai milik Alex, maupun untuk diekspor ke Australia dan beberapa negara lainnya melalui jaringan pertemanannya dengan Alex.

“Bukan tanpa modal, saya saat memulai usaha ini mengeluarkan modal 30-an juta rupiah untuk ngirim barang berupa t shirt, baju barong, beberapa jenis sandal, dompet, tas etnik serta sepatu yang semuanya produk Sidoarjo. “ tutur Sapti.

Modal awal sebesar 30 juta yang dia keluarkan pada tahun 2013 silam, saat ini telah berkembang menjadi 10 kali lipatnya, jika dihitung omset rutin bulanan. Dan item barang yang harus dia sediakanpun motifnya kian  beragam mengikuti pesanan dan trend pasar.

Apa Saja Yang Dikerjakan Sapti Dalam Bisnisnya Ini ?

Menjawab pertanyaan demikian, Sapti menjelaskan, bahwa usahanya ini berbasis jasa penyedia barang.

“Kebetulan klien dari usaha saja adalah seller beberapa jenis produk produksi Sidoarjo seperti pakaian, sepatu, jaket, ikat pinggang, dompet dan tas. Saya selalu update apa yang mereka butuhkan, lalu saya menyerap masukan, kecenderungan model yang bagaimana yang sedang trend mereka pasarkan, disamping saya juga menawarkan sampel-sampel produk hasil inovasi produsen relasi saya” terang Sapti.

Dari gambaran seperti itulah, kemudian Sapti menindaklanjuti dengan pengadaan barang sesuai pesanan kemudian mengirimkan dan terakhir melakukan pembayaran. Keuntungan yang dia dapatkan dari setiap transaksi dengan para seller jaringannya, dia ambil sebagian untuk biaya operasional dan menggaji dirinya sendiri untuk dinikmati. Selebihnya dia investasikan menjadi modal tambahan hingga saat ini, Sapti mengaku cadangan modal finansial usahanya sudah hampir tembus setengah milyar Rupiah.

“Susah-susah gampang menjalankan usaha seperti ini. Butuh waktu untuk mempelajari seluk beluk baik seluk beluk pasar, seluk beluk produsen, hingga seluk beluk prosedur transaksi supaya kita bisa mengukur dari setiap rencana usaha yang akan kita lakukan” imbuhnya.

Dalam pengakuan Sapti, hasil kerja yang bisa dia tabung 4 tahun yang lalu dengan hasil keuntungan trading yang dia jalani sekarang, setiap bulannya nilai keuntungan trading jauh lebih besar dibanding dengan saat dia masih bekerja di Hong Kong.

“Target yang harus dimiliki oleh setiap PMI yang mau menjalankan usaha itu salah satunya adalah keuntungan usaha yang nilainya setiap bulan diatas gaji saat menjadi PMI. Jika keuntungan yang didapat setiap bulan dibawah gaji saat menjadi PMI, itu namanya kemunduran. Jadi harus punya cita-cita, keuntungannya diatas atau minimal sama dengan gaji saat menjadi PMI” pungkas combatan Negeri Beton yang hingga kini masih bertahan hidup membujang.

Sapti, merupakan salah satu alumni Wan Chai yang sukses bertransformasi. Masih ada satu lagi, alumni Wan Chai yang disamping sukses menjalankan usaha online. Dia juga sukses menjadi broker asuransi. Simak kupasannya pada edisi yang akan datang. [AA Syifa’i SA]

 

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner