Terpapar Chikungunya, 2 PMI yang Habis Cuti Saat Baru Turun dari Pesawat Dikarantina di Bandara

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Dua orang pekerja migran Indonesia masing-masing berusia 28 dan 36 tahun harus tertahaan di ruang karantina kesehatan Bandara karena saat turun dari pesawat terdeteksi terpapar virus Chikungunya.

Menukil pemberitaan China Daily, kedua PMI tersebut diyakini terpapar virus yang membuat demam dan menyakitkan penderitanya sejak dari kampung halaman asalnya waktu melewati masa cuti liburan.

Sensor deteksi demam di Bandara Taichung, Taiwan yang berhasil memindai demam pada keduanya membuat petugas segera melokalisir keduanya untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Biasanya, jika hanya demam biasa seperti karena lelah atau perubahan cuaca saja, tidak dilakukan karantina.

Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan pada 1 Mei 2019 menyatakan, jika demam yang ditemukan diikuti dengan penemuan virus, petugas Bandara akan langsung mengkarantina yang bersangkutan.

Menurut badan kesehatan dunia, chikungunya merupakan virus yang ditularkan oleh nyamuk kepada manusia. Penderita chikungunya akan mengalami demam tinggi serta merasakan sakit pada seluruh persendian.

Setelah menyerang manusia, chikungunya akan mampu menular kepada manusia lainnya disekitar penderita.

Otoritas kesehatan Taiwan menghimbau kepada seluruh pekerja asing di Taiwan, agar jika pulang untuk berlibur ke kampung halaman, diharapkan selalu menjaga stamina dan mengantisipasi serangan berbagai virus agar saat kembali ke Taiwan tidak membawa virus serta bisa langsunhg memulai aktifitas bekerjanya. []

 

You may also like...