April 22, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Agar Lebih Dihargai di Negara Penempatan, CPMI Didorong Tingkatkan Ketrampilan

2 min read

JAKARTA – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani meminta para anak muda untuk berupaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja agar dihargai bekerja di luar negeri.

“Peluang bekerja luar negeri ini harus ditangkap. Bagaimana menyiapkan peluang anak-anak muda ini. Kompetensi harus diperkuat, mereka menjadi ahli dan terampil di sektor pekerjaan yang mereka pilih, serta memiliki kemampuan untuk berbahasa dan mereka layak disebut duta,” kata dia di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan hal itu saat memberikan pembekalan 1.000 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan (Korsel) dengan skema Goverment to Goverment (G to G).

Dia menyebut angka pengangguran dan angkatan kerja yang masih tinggi di Indonesia harus bisa ditangkap sebagai peluang untuk mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri.

Ia mengatakan kuota penempatan bekerja di Korea Selatan bersaing dengan 16 negara di dunia.

Benny mengatakan setiap tahun Indonesia terus menambah kuota pengiriman tenaga kerja pada wilayah itu.

“Kita sudah mengalami lompatan kuota dari tujuh ribu per tahun dan pada 2022 kita berhasil menaikkan kuota sebanyak dua kali lipat yakni hampir 12 ribu. Peningkatan ini diharapkan dapat menarik minat orang bekerja ke luar negeri dimana kita diberi perlakuan hormat oleh negara,” ujarnya.

Calon pekerja migran yang berangkat ke Korea Selatan, kata dia, didominasi mereka yang berasal dari Jawa. Pada umumnya, PMI akan bekerja pada sektor manufaktur dan perikanan.

Berdasarkan data BP2MI pada periode Januari hingga Oktober 2023, terdapat penempatan PMI 237.992 penempatan. Tercatat, pada Oktober tercatat 22.011 penempatan. Dari jumlah itu sektor formal masih mendominasi dengan 13.086 penempatan dan 8.925 merupakan penempatan sektor informal.

Pada Oktober juga tercatat, 66 persen atau 4.931 penempatan di dominasi oleh tiga provinsi, yakni Jawa Timur 4.931 penempatan, Jawa Barat 4.840 penempatan dan Jawa Tengah 4.777 penempatan. []

Sumber Antara

Advertisement
Advertisement