November 30, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ciri-ciri Orangtua yang Salah Mendidik Anak

2 min read
Prime Banner

ApakabarOnline.com – Anak-anak adalah peniru yang ulung. Anak-anak akan tumbuh sebagaimana orangtua membesarkannya. Dan pendidikan yang utama bagi seorang anak adalah teladan dari orangtua dan orang-orang di sekitarnya.

Saat anak tidak tumbuh sebagaimana yang kita harapkan, sebaiknya jangan langsung menyalahkan anak.

Kita sebagai orangtua harus bercermin, apakah kita termasuk orangtua yang salah mendidik anak? Apa saja cirinya? Simak penjelasan berikut:

 

  1. Sering mengeluarkan kata-kata sumpah serapah, makian, dan kutukan pada anak

“Anak pelit! Bodoh! Tak tahu diuntung!”

Pernahkah kita mengucap kata makian pada anak kita Astaghfirullah, kata yang diucap orangtua bisa menjadi doa untuk buah hatinya, apalagi hardikan bisa merusak sel otak anak kita, jangan pernah melakukan hal ini lagi ya Bun, karena sama sekali bukan contoh yang baik untuk anak. Suatu saat mereka akan meniru dan gantian menghujani kita dengan sumpah serapah.

 

  1. Membanding-bandingkan anak, baik dengan saudara kandungnya sendiri maupun dengan anak lain

“Tuh adikmu lebih pintar! Kamu kok gini aja gak bisa sih!”

Mungkin maksudnya ingin menyemangati, tapi percayalah membanding-bandingkan anak dengan orang lain sama sekali bukan cara yang tepat.

Justru rasa percaya diri anak atau kepercayaan anak pada diri kita akan menurun jika sering dibanding-bandingkan.

 

  1. Menasihati anak atau memarahinya di depan orang lain

Menasihati anak di depan orang lain bisa membuatnya malu karena tampak bodoh, apalagi kalau sampai orangtua memarahi anak di depan umum.

Anak akan merasa kehilangan harga diri, dan kemungkinan orang lain membully dirinya bisa lebih besar. Ibunya saja memarahi dia, berarti kita pun boleh memarahi dia… Itulah sinyal yang ditangkap oleh sekitar.

 

  1. ‘Menyetir’ anak agar menjadi seperti yang orangtua inginkan

Anak diikutsertakan les bahasa Inggris, les biola, les menyanyi, les berhitung, les mengaji, astaghfirullah…

Kalau anak memang senang dan mengerti mengapa ia perlu mengikuti les, rasanya tidak ada salahnya, apalagi kalau ia menikmati semua les tersebut. Tapi kalau anak justru merasa stres dan bahkan depresi, tolong ayah dan bunda hentikan ‘menyetir’ anak mengikuti obsesi orangtua.

 

  1. Selalu meminta anak memperoleh nilai terbaik dan tidak mentolerir kegagalan

Orangtua yang bijak akan memberi ruang untuk anak melakukan kesalahan dan membiarkan mereka belajar dari kegagalan yang pernah dialaminya, karena menyadari pentingnya kegagalan untuk mendidik anak lebih kuat dan bersabar.

Akan tetapi orangtua yang salah pola didiknya akan menerapkan cara perfeksionis di mana anak tidak boleh gagal sekalipun.

 

  1. Jarang berinteraksi atau mengobrol bebas dengan anak

Hanya sekadar memakaikan anak baju, memandikan, menyuapi, dan meninabobokan tidaklah dapat dikatakan telah berinteraksi dengan anak.

Apakah kita sudah tahu kegiatan kesukaan anak? Pelajaran apa yang mereka anggap sulit? Siapa teman terdekat mereka? Siapa guru yang mereka sukai? Apa yang terjadi hari ini di sekolah mereka?

Kita akan mengetahui banyak hal tentang anak-anak ketika mengobrol bebas dan lepas dengan mereka.

 

  1. Ogah meng-upgrade diri dengan ilmu parenting terkini

Orangtua yang tak mau tahu dengan ilmu parenting terkini berarti tak mengerti tingginya kedudukan ilmu dalam Islam.

Banyak yang perlu dipelajari karena hubungan orangtua dengan anak bisa menjadi hubungan yang sangat rumit.

Nah, itulah 7 ciri orangtua yang salah mendidik anak, apakah Anda termasuk diantaranya? []

Sumber: Majalah Ummi

Advertisement