September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

[CURHAT] Awalnya Dikira “Umbel”, Beberapa Bulan Kewmudian Baru Terbongkar, Majikan Laki-Lakinya . . .

3 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Minimnya pengetahuan dan pengalamanku dalam dunia permesuman membuat aku berbulan-bulan lamanya tidak menyadari kalau diriku telah menjadi korban sebuah pelecehan seksual. Hal tersebut terjadi didalam rumah majikanku sendiri yang selama ini aku kira orangnya lurus-lurus saja tanpa pernah menyangka  ada kelainan seksual yang diderita.

Pengalaman burukku ini bermula dari kecurigaanku, setiap kali aku akan mencuci pakaian, di pakaian dalamku selalu ada lendir seperti dahak atau umbel menempel dengan aroma yang terkadang menyengat.  Namun lendir berwarna putih susu tersebut mudah sekali hilang saat aku mencucinya tanpa menghilangkan bekas noda.

Pakaian kotorku aku taruh didalam kamarku. Baru berada diluar saat aku selesai mencuci dan mengeringkannya bersama pakaian-pakaian yang lain.

Peristiwa tersebut aku alami dengan jumlah yang sudah tidak bisa aku hitung lagi. Sampai kemudian aku curhat kepada temanku yang usianya diatasku, sesama PMI Hong Kong yang kebetulan bekerja di flat yang sama, di kawasan Sha Tin.

Teman sesama PMI yang lebih “dewasa”pun membantu dengan memberikan berbagai macam dugaan menurut pengetahuan dan wawasannya. Teman tersebut berkesimpulan, lendir tersebut bukanlah dahak, melainkan sperma.

Tentu aku tidak percaya dengan dugaan teman tersebut. Bagaimana mungkin pakaian dalam bekas pakaiku yang aku taruh di dalam box pakaian kotor didalam kamar bisa tertumpahi sperma sedangkan tidak pernah aku melihat ada orang laki-laki masuk ke kamarku. Namun teman tersebut terus berusaha meyakinkan aku.

Saat kontrak kerjaku beberapa bulan lagi akan habis, tiba-tiba aku menemukan ide untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Akupun mempelajari, kira-kira kapan pakaian dalamku tertumpahi sperma dengan sesering mungkin aku memeriksanya.

Suatu sore, saat aku akan berbelanja dan kebetulan majikan laki-laki telah berada di rumah, dengan sengaja aku menaruh HP dengan posisi video on menghadap ke box tempat menaruh pakaian kotor. Lalu aku tinggal berbelanja dengan durasi waktu sebagaimana biasanya sekitar 15-20 menitan.

Sekembalinya aku dari berbelanja, semua tampak biasa-biasa saja. Aku yang belum sempat memeriksa hasil rekaman, kemudian langsung beraktifitas di dapur setelah mematikan ponsel. Malamnya baru sempat memeriksa rekaman dari HP, dan tidak menemukan apa-apa, box pakaian kotor tidak ada yang membuka, pun demikian, pakaian kotorku tidak tertumpahi lendir mirip dahak lagi.

Kemudian aku bercerita ke temanku tentang hasil rekaman tersebut. Kemudian temanku menyuruh aku untuk mengulangi terus paling tidak selama sebulan setiap hari.

Beberapa hari selanjutnya, saat aku keluar berbelanja, dan sebelumnya HP sudah dalam kondisi video on, barulah sebuah adegan menjijikkan terekam Hpku.

Malam hari selesai melakukan aktifitas pekerjaan, saat selesai mandi, aku yang akan memasukkan pakaian kotor ke dalam box kembali menemukan pakaian dalamku tertumpahi lendir lagi.

Langsung aku periksa rekaman video yang p[ada sore hari belum sempat aku putar. Dan hasilnya, ternyata pelaku dari penumpah cairan lendir tersebut adalah majikan laki-lakiku dengan cara yang menjijikkan.

Aku sangat terkejut melihat hal tersebut. Video tersebut aku ceritakan ke temanku, kemudian temanku menyuruhku untuk langsung pindah majikan saja jika aku merasa terancam.

Dalam rekaman videoku, majikan emmasuki kamarku, membuka box pakaian kotor lalu mengambil BH dan celana dalamku. Kedua benda tersebut diciu-ciumi lama, lalu majikan membuka celana boxernya, kemudian mengeluarkan alat setrumnya dan membungkus alat setrumnya dengan celana dalamku. Dari video tersebut aku barulah paham, ternyata selama ini majikanku menderita kelainan seksual.

Semalaman aku berpikir untuk break atau tidak. Kalau break bagaimana, kalau tidak bagaimana. Akhirnya aku memutuskan untuk bertahan sampai kontrak kerja berakhir. Namun konsekwensinya, aku harus tidak boleh meninggalkan kedua benda tersebut dalam keadan kotor. Selesai aku menggunakan, sambil mandi, aku setiap hari langsung mencuci.

Hal tersebut aku lakukan sampai dengan aku berpindah majikan. []

Seperti dituturkan Nanda kepada ApakabarOnline.com.

Advertisement
Advertisement