Di Indramayu Banyak Sekali Industri, Mengapa Warganya Banyak yang Memilih Bekerja ke Luar Negeri ?
2 min read
JAKARTA – Kabupaten Indramayu mencatat 9.000 layanan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sepanjang Januari–Juni 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di antara daerah asal PMI yang tercantum dalam laporan penempatan periode Juni 2026.
Berdasarkan data penempatan PMI, jumlah layanan penempatan dari Indramayu mencapai rata-rata 1.500 orang per bulan. Dari total penempatan PMI nasional yang mencapai 153.049 orang pada semester pertama 2026, kontribusi Indramayu sekitar 5,88%.
Data penempatan menunjukkan fluktuasi sepanjang semester pertama. Pada Januari tercatat 1.418 penempatan PMI, turun menjadi 1.241 orang pada Februari.
Jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 1.438 orang pada Maret dan mencapai puncak 1.754 orang pada April.
Setelah turun menjadi 1.468 orang pada Mei, angka penempatan kembali naik menjadi 1.681 orang pada Juni.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan tingginya minat masyarakat bekerja di luar negeri dipengaruhi oleh terbukanya peluang kerja di berbagai negara tujuan serta meningkatnya kebutuhan tenaga kerja migran.
“Pekerjaan di luar negeri masih menjadi salah satu pilihan masyarakat karena tersedia peluang kerja yang cukup besar dan memberikan kesempatan meningkatkan keterampilan maupun pengalaman kerja,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 mencapai 6,47%, naik 0,22 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, jumlah angkatan kerja mencapai sekitar 980.000 orang dengan penduduk bekerja sekitar 920.000 orang.
BPS juga mencatat sekitar 240.000 pekerja atau 25,85% dari total penduduk bekerja berada di sektor formal. Sementara itu, mayoritas tenaga kerja masih bekerja di sektor informal.
Perkuat Kompetensi PMI
Pemerintah Kabupaten Indramayu saat ini terus membuka akses peningkatan kompetensi tenaga kerja, termasuk untuk peluang kerja luar negeri.
Lucky mengatakan belum lama ini pemerintah membuka pelatihan bahasa Jepang bagi ratusan calon pekerja migran di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari persiapan peserta untuk mengikuti seleksi program pemagangan luar negeri hasil kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan dengan International Manpower Development Organization (IM Japan).
“Pemerintah daerah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi,” kata Lucky.
Ketua Umum DPP Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Seluruh Indonesia (ALPA Indonesia) Rawin mengatakan pihaknya mendukung upaya pemerintah daerah dalam mempersiapkan calon tenaga kerja yang akan mengikuti program pemagangan ke Jepang.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Indramayu sebelumnya telah mengusulkan agar proses seleksi pemagangan dapat dilaksanakan di daerah tersebut. Namun, pelaksanaannya belum dapat dilakukan tahun ini karena jadwal seleksi nasional telah ditetapkan sebelumnya.
“Kemungkinan pelaksanaan seleksi di Indramayu baru dapat direalisasikan pada tahun depan,” kata Rawin. []
