December 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Harga Emas Tembus Satu Juta Rupiah Per Gram, Termahal Sepanjang Sejarah

3 min read

JAKARTA – Harga emas Antam pada Sabtu (01/08/2020), kian berkilau kembali cetak rekor terbaru. Logam mulia tercatat naik Rp12.000/gram menjadi Rp1.028.000/gram. Sementara, harga jual kembali atau buyback emas Antam turut terangkat Rp13.000/gram ke level Rp926.000/gram.

Sebelumnya, pada Senin (27/07/2020), emas sudah terlihat kian berkilau. Harga emas Antam naik Rp8.000/gram menjadi Rp997.000/gram. Dengan buyback emas Antam turut naik Rp7.000/gram ke level Rp896.000/gram.

Kemudian, pada Selasa (28/07/2020), emas Antam capai rekor tertinggi sepanjang masa. Logam mulia tercatat melonjak Rp25.000/gram menjadi Rp1.022.000/gram. Begitu pula buyback emas Antam yang turut terangkat Rp23.000/gram ke level Rp919.000/gram.

Harga emas lantas turun pada Rabu (29/07/2020), meski menetap di atas Rp1 juta/gram. Logam mulia tercatat stagnan di level Rp1.013.000/gram. Senada, buyback emas Antam turut stagnan di level Rp910.000/gram.

Pada Kamis (30/07/2020), harga emas Antam kembali bangkit, tercatat naik tipis Rp3.000/gram menjadi Rp1.016.000/gram. Buyback emas Antam pun turut terangkat Rp3.000/gram ke level Rp913.000/gram.

Sementara, pada Jumat (31/7), harga logam mulia Antam tak beranjak dari harga jual hari sebelumnya. Tiap gram logam mulia Antam pada Jumat pagi, dihargai Rp1.016.000 per gram. Senada, harga buyback juga tetap. Yakni di angka Rp913.000 per gram.

Di sisi lain, harga emas Antam di Pegadaian ukuran 1 gram tetap di level sebelumnya, yakni Rp1.033.000 per gram. Sedangkan, emas cetakan UBS diharga Rp1.025.000 per gram.

Kenaikan harga emas Antam kali ini, seiring dengan kondisi di pasar global. Harga komoditas emas naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound dari aksi ambil untung sehari sebelumnya, karena kemerosotan dolar AS dan angka-angka ekonomi yang buruk memicu serbuan terhadap aset aman logam mulia, yang berada di jalur untuk kenaikan bulanan tertinggi sejak Februari 2016.

Dikutip dari Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik US$19,1 atau 0,97%, menjadi ditutup pada US$1.985,90 per ounce.

Emas berjangka turun US$11,1 atau 0,57%, menjadi US$1.942,30 per ounce pada Kamis (30/07/2020).

Emas berjangka juga naik US$8,8 atau 0,45% menjadi US$1.953,40 pada Rabu (29/07/2020), setelah terangkat US$13,6 atau 0,7% menjadi US$1.944,6 pada Selasa (28/07/2020).

Berhasil menembus level psikologis 1.900 dolar AS, melonjak US$33,5 atau 1,77%, menjadi US$1.931 pada Senin (27/07/2020).

“Lingkungan makro masih tetap sangat positif dan harga terus melacak suku bunga riil … pelemahan ekstrem dalam dolar telah membantu menopang harga emas lebih lanjut,” kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

Dolar berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar dalam hampir satu dekade.

Data menunjukkan ekonomi AS mengalami pukulan terberat pada kuartal kedua akibat pandemi sejak depresi hebat. Sementara, investor juga bersiap menghadapi situasi politik yang tidak pasti di negara itu.

Emas telah melonjak hampir 30% sepanjang tahun ini, didorong oleh suku bunga rendah secara global dan stimulus luas dari bank-bank sentral menambah dukungan untuk logam yang dianggap sebagai tempat berlindung dari inflasi dan penurunan nilai mata uang.

“Dengan kebijakan suku bunga sudah pada atau bahkan di bawah batas nol, dukungan untuk harga emas berasal dari inflasi yang lebih tinggi, dalam pandangan kami,” kata BofA Global Research, yang memperkirakan emas akan mencapai US$3.000 per ounce dalam 18 bulan mendatang.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 85,4 sen atau 3,66%, menjadi ditutup pada US$24,216 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$6,3 atau 0,69%, menjadi menetap pada US$918,9 per ounce. []

Advertisement
Advertisement