July 7, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ibu di Hong Kong Glowing Kayak Artis, Sampai Umur 13 Tahun Anaknya di Kampung Dilupakan dan Tidak Diakui

4 min read
Lestari mencari Dariyatin

Lestari mencari Dariyatin

NGANJUK – Kisah miris terkait dengan ikatan emosional antara ibu dan anak kembali mewarnai dunia pekerja migran Indonesia. Jika idealnya, seorang ibu tidak akan pernah bisa melepaskan anaknya, kali ini seorang ibu justru malah tega tidak mengakui gadis kecil yang dikandung selama sembilan bulan kemudian dilahirkan adalah anaknya.

Peristiwa tersebut menimpa Lestari Putri Rahmawati (13), murid kelas satu sebuah sekolah menengah pertama di kawasan Kertosono Nganjuk Jawa Timur setelah Dariyatin sang ibunda kandung dari Lestari tidak mau mengakui Lestari sebagai darah dagingnya meskipun Dariyatin telah mengandung  selama sembilan bulan dan melahirkannya.

Menurut penuturan pasangan suami istri Sugiyanto dan Widyowati yang saat ini menjadi orang tua asuh Lestari, sesuai dengan akta kelahiran, Lestari lahir dari seorang ibu bernama Dariyatin pada 13 tahun silam. Didalam akte tersebut hanyalah tercantum nama Dariyatin dan dilahirkan di Bojonegoro.

“Dulu, saya dan mbak Dar itu sama-sama bekerja di Hong Kong dan saling kenal, kalau liburan sering ketemu. Dan dia punya pacar orang Nepal, sampai ternyata saat saya pulang ke sini duluan tahun 2005, mbak Dar hamil dengan pacarnya orang Nepal itu, terus pulang ke Bojonegoro, ditolak keluarganya, lalu menumpang di rumah salah satu temannya sampai dia melahirkan bayi perempuan, ya Lestari ini “ tutur Widyowati kepada ApakabarOnline.com pada Jumat (20/08/2021) kemarin.

Widyowati menambahkan, saat kira kira sebulan usai lahiran, tiba-tiba Dariyatin datang ke Kertosono menemui Widyowati.

“Saya ingat banget, waktu itu mbak Dar bilang ke saya, tolong Wid, tolong aku, aku titip bayiku ini, sebab aku tidak bisa mengasuhnya sekarang. Aku akan kembali ke Hong Kong untuk mencari uang supaya nanti aku bisa punya biaya membesarkannya. Tolong ya Wid. Begitu pinta mbak Dar yang juga disaksikan suami saya” tutur Widyowati.

Lantaran saat itu Widyowati juga telah memiliki seorang anak yang usianya mendekati 2 tahun, dan dia tinggal di keluarga mertuanya, tentu bukan hal yang mudah baginya untuk memberikan jawaban. Selama tiga hari, Dariyatin pun tinggal di rumah Widyowati sampai akhirnya mereka memberikan jawaban memenuhi permintaan Dariyatin, ketitipan Lestari.

“Tapi mas, sejak saat itu, September 2008 hingga sekarang, Daryatin malah sama sekali tidak pernah berkirim kabar ke sini (Widyowati), terlebih ke anaknya sendiri , Lestari.” tuturnya.

Selama ini, Widyowati mengaku bingung saat Lestari menanyakan ibunya, menanyakan bapaknya, kenapa mereka tidak pernah mendatangi dan menjemput Lestari pulang.

“Setiap pertanyaan itu muncul, terutama dulu waktu dia kelas satu sampai kelas tiga SD, saya hanya bisa nelangsa Mas, mbrebes, tidak sanggup ngomong apa-apa kalau Lestari bertanya begitu. Namun suami saya selalu berusaha membesarkan hati Lestari dengan omongan positif agar dia tidak membenci ibu kandungnya. “ lanjut Widyowati.

Saat ApakabarOnline.com berkesempatan ngobrol dengan Lestari, ungkapan pertama yang dia sampaikan adalah sebuah harapan, akan kesediaan ibunya mendatangi Lestari dan membawa pulang.

“Sampaikan ke Buk Dar ya Om, Tari kangen, Tari ingin ketemu ibu . . .” kalimat tersebut terhenti oleh Tangis Lestari yang berusaha dia tahan.

Selang beberapa menit kemudian, Lestari melanjutkan kalimatnya,

“Saya ingin Buk Dar kesini, menjemput saya, bersama bapak. Saya belum pernah melihat wujudnya Buk Dar secara langsung. Saya ingin berbakti pada kedua orang tua, tolong ya Om, carikan ibu saya sampai ketemu” pinta Lestari.

Selama  13 tahun tidak pernah menghubungi, sejatinya Widyowati terus berusaha mencari jejak Dariyatin. Dan Widyowati mengaku berhasil menemukan jejak Dariyatin melalui jejaring sosial. Bahkan, seseorang yang mengaku teman Dariyatin menyatakan, sampai saat ini, Dariyatin masih berada di Hong Kong. Terakhir diketahui bekerja di daerah Happy Valley, namun saat ini nomor dan akun sosial medianya sudah tidak bisa dihubungi.

“Waktu nomernya masih bisa dihubungi, melalui temannya, Mbak Dar bilang tidak punya anak di Kertosono, tidak pernah melahirkan anak di Kertosono, katanya waktu hamil dengan orang Nepal akhir tahun 2006 dulu sudah digugurkan karena jijik dengan prianya. Jadi intinya kepada temannya itu, mbak Dar tidak mengakui Lestari adalah anaknya”. terang Widyowati.

Saat Widyowati menemukan jejak Dariyatin, sebuah foto berhasil dia kopi dan simpan. Pernah beberapa kali dia tunjukkan kepada Lestari, bahwa inilah wajah dan perwujudan ibu kandungnya.

Namun pada foto-foto yang berhasil Widyowati jumpai, sama sekali tidak menjumpai penampakan foto pria Nepal yang oleh Dariyatin diakui sebagai pasangan yang telah menghamilinya hingga melahirkan Lestari.

“Saat saya ketemu facebooknya dulu, dia foto-fotonya sekarang dengan bule-bule tua dan gendut, bukan dengan pria Nepal” jelas Widyowati.

Melalui ApakabarOnline.com, Widyowati berharap, jika Dariyatin ataupun siapa saja yang mengetahui dan bisa menghubungi Dariyatin membaca kabar pencarian ini, mohon dengan segala kerendahan hati agar menyampaikannya ke Dariyatin.

“Aku tidak menyangka kalau Lestari akan mbak Dar titipkan disini sampai selama ini. Dulu aku sempat bingung waktu Lestari mau masuk sekolah, sebab seharusnya keputusan Lestari akan dimasukan sekolah mana, itu keputusanmu mbak, bukan kami. Mohon maaf sebelumnya kalau kami telah memasukkan Lestari ke sekolahan yang sama dengan sekolahannya anakku supaya kami mudah mengurusnya” terang Widyowati.

“Mbak Dar, tolong, kalau kamu membaca berita ini, tolong hubungi kami segera, nomer simpatiku sejak tahun 2005 sampai sekarang belum ganti, alamat rumahku juga masih tetap ada di Kertosono. Tolong ya mbak, anakmu sekarang sudah kelas 1 SMP, sejak bayi umur sebulan sampai sekarang kamu belum pernah sama sekali menghubungi anakmu, apalagi mengirimi uang untuk biaya hidup dan sekolah anakmu. Tolong hubungi kami, darag dagingmu ada disini.” pungkas Widyowati. []

Advertisement
Advertisement