Ingin Mandiri, 32% Anak Muda Indonesia Kepingin Menjadi Pengusaha, Mengapa Pemerintah Gencar Mendekati Mereka untuk Menjadi PMI ?
4 min read
JAKARTA – Semangat Sumpah Pemuda mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan arah masa depan bangsa. Salah satu wujudnya dapat dilihat dari pilihan karier yang ingin mereka tekuni.
Bayangan tentang kehidupan profesional pun berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian orang mungkin sudah memiliki cita-cita yang ingin dikejar sejak lama, sedangkan sebagian lainnya masih menjajaki berbagai peluang sebelum menentukan arah yang paling sesuai.
Mengenal Survei Pemuda Indonesia 2026
Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) merupakan lembaga riset yang mengkaji opini publik untuk mendukung pengambilan keputusan dan penyusunan strategi komunikasi.
Penelitiannya mencakup berbagai isu sosial dan politik melalui pendekatan kuantitatif seperti survei, serta metode kualitatif berupa wawancara, diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD), dan riset literatur.
Salah satu kajiannya adalah Survei Pemuda Indonesia 2026 yang berlangsung pada 23-29 September 2026. Melalui kuesioner daring, riset ini melibatkan 1.213 responden berusia 17 – 45 tahun untuk menggali pandangan mereka mengenai ketenagakerjaan, kondisi ekonomi, kebangsaan, hingga keterwakilan politik.
Respondennya dipilih menggunakan teknik nonprobabilitas, yakni berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu. Data yang terkumpul kemudian dibobotkan dengan metode Iterative Proportional Fitting (IPF) berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, agama, dan wilayah agar distribusinya mendekati data populasi Badan Pusat Statistik (BPS).
Karena menggunakan metode tersebut, survei ini tidak memiliki margin of error konvensional. Hasilnya menggambarkan pandangan responden yang terlibat sehingga tidak dapat langsung digeneralisasi untuk mewakili seluruh pemuda Indonesia.
10 Profesi yang Jadi Impian Anak Muda 2026
Pengusaha atau wirausaha unggul jauh dibandingkan jenis profesi lain, yakni mengantongi 32,8% responden.
Kategori ini diminati karena adanya fleksibilitas waktu, kebebasan berkarya, serta tantangan merintis bisnis secara mandiri. Terlebih di era digital saat ini, kehadiran media sosial dan lokapasar semakin mempermudah langkah para pelaku usaha dalam memasarkan produk tanpa perlu memiliki toko fisik.
Impian menjadi pedagang atau berjualan di toko sembako mengekor di posisi kedua dengan meraup 7,1% responden pemuda Indonesia. Usaha ini menawarkan peluang pasar yang relatif berkelanjutan karena komoditas yang dijual merupakan kebutuhan pokok yang dicari sehari-hari.
Pilihan profesi berikutnya adalah pekerja kantoran di angka 6,4%. Pekerjaan ini identik dengan penghasilan yang lebih teratur sehingga memudahkan pengelolaan keuangan dan perencanaan kebutuhan individu dalam jangka panjang. Lingkungan kerja yang formal juga membuka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan meniti jenjang karier.
Di sisi lain, pegawai negeri sipil (PNS)/aparatur sipil negara (ASN)/pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)/pegawai pemerintah dipilih 5,7% responden. Profesi ini menawarkan jaminan hari tua dan manfaat pensiun, ditambah statusnya yang dipandang bergengsi oleh masyarakat dan dianggap menjanjikan masa depan yang mapan.
Selanjutnya, profesi guru/pengajar/tenaga kependidikan (tendik) masih diminati 4,0% responden. Bidang ini cocok bagi individu yang ingin mengabdikan diri kepada masyarakat melalui pendidikan sekaligus menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu orang lain berkembang.
Jenis pekerjaan baru mulai muncul seperti konten kreator dengan selisih tipis di angka 3,9%. Kebebasan bagi individu dalam mengekspresikan ide dan mengembangkan kreativitas sesuai minat dapat membuka peluang penghasilan dari monetisasi maupun kerja sama brand.
Ada pula responden yang memilih pekerjaan apa saja selama tergolong layak sebesar 3,0%. Mereka umumnya masih fleksibel menjajaki berbagai peluang tanpa terpaku pada satu profesi spesifik.
Sementara itu, profesi sebagai tenaga kesehatan diminati sebanyak 2,6% karena memberi kesempatan untuk membantu pemulihan pasien, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta terus mengembangkan pengetahuan seiring kemajuan ilmu medis.
Memasuki jajaran berikutnya, bidang usaha kuliner atau food and beverage (F&B) cukup menarik responden di angka 2,5%. Bisnis impian ini bisa berawal dari hobi memasak atau meracik minuman, dengan peluang pasar yang berkelanjutan. Kreativitas dalam mengembangkan rasa dan menu unik turut menjadi daya tarik untuk menjangkau pelanggan.
Petani/pekebun/peternak/nelayan menorehkan jumlah peminat yang sama 2,5%. Pekerjaan ini bisa diwariskan antargenerasi melalui usaha dan keterampilan keluarga, serta dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi dan metode baru. Hasil produksinya pun dapat dikonsumsi sendiri, dijual dalam bentuk bahan mentah, atau diolah menjadi produk bernilai tambah.
Tempat Kerja Impian Anak Muda 2026
Sejalan dengan pilihan profesi impian, mayoritas anak muda mengincar tempat kerja yang tidak bergantung pada sistem kerja orang lain dengan cara membangun usaha sendiri di angka 43,9%.
Terpaut selisih yang jauh, ASN atau instansi pemerintah meraih 13,7% responden. Lingkungan kerjanya mencakup banyak bidang seperti pendidikan, kesehatan, administrasi serta pembangunan, sehingga membuka kesempatan untuk berkontribusi sesuai keahlian masing-masing.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi pilihan tempat kerja bagi 9,4% responden. Lini bisnisnya biasanya bergerak mulai dari sektor energi dan perbankan hingga transportasi serta telekomunikasi.
Menempel ketat di bawahnya, perusahaan swasta nasional mengantongi 9,3%. Pilihan ini cocok bagi anak muda yang menyukai suasana kerja dinamis, senang berkolaborasi, serta ingin mengembangkan kemampuan profesional seiring pertumbuhan perusahaan.
Berbeda dari lingkungan kerja yang terpusat di kantor, menjadi pekerja lepas atau freelancer diminati oleh 8,1% responden. Sistem kerjanya memungkinkan seseorang menangani proyek dari klien yang berbeda dengan lokasi yang lebih fleksibel, bergantung pada jenis pekerjaan yang dijalankan.
Perusahaan multinasional mengekor dengan raihan 7,5%. Tempat ini cocok bagi anak muda yang tertarik dengan lingkungan kerja lintas budaya, ingin memperluas wawasan global, serta tertantang untuk beradaptasi dengan standar kerja internasional.
Jajaran bawah diisi oleh usaha keluarga di angka 6,3%. Ketertarikan ini bisa berangkat dari keberadaan bisnis milik keluarga yang perlu diteruskan oleh generasi berikutnya. Namun, ada pula anak muda yang sudah terbiasa terlibat dalam aktivitas usaha tersebut sehingga merasa nyaman untuk melanjutkan sekaligus mengembangkannya.
Pilihan berikutnya jatuh pada Non-Governmental Organization (NGO) atau organisasi sosial sebesar 1,6%. Lingkungan kerjanya menawarkan ruang bagi individu yang ingin mendedikasikan waktu serta keterampilan dalam memperjuangkan berbagai isu publik dan memberikan dampak positif bagi sesama.
Terakhir, terdapat responden yang tidak ingin menjawab sebanyak 0,2%, menunjukkan bahwa sebagian kecil anak muda masih menimbang berbagai pilihan atau memang belum menentukan tempat kerja seperti apa yang paling ideal bagi mereka. []
