November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Jumlah BMI Berkurang, Jumlah Remitan Bertambah

2 min read
-

MATARAM – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat ( NTB ) H Wildan mengklaim nilai remitansi atau kiriman uang tenaga kerja Indonesia terus meningkat setiap tahun meskipun jumlah BMI yang berangkat ke luar negeri berkurang.

Dilansir dari kicknews.today, Wildan menyebutkan remitansi TKI asal NTB pada 2014 mencapai Rp1,4 triliun. Angka tersebut bertambah menjadi Rp1,53 triliun pada 2015, dan bertambah lagi menjadi Rp1,78 triliun pada 2016.

Sementara total remitansi TKI periode Januari-Agustus 2017 sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, mencapai 1,06 triliun. Sebagian besar dikirim oleh TKI yang bekerja di Arab Saudi senilai Rp109,4 miliar, Malaysia Rp11,86 miliar dan Uni Emirat Arab sebesar Rp10,69 miliar.

World Bank : Signifikan Tingkatkan Ekonomi Kawasan, Pangkas Biaya Penempatan Buruh Migran

“Ada juga kiriman uang dari TKI yang bekerja di Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura dan beberapa negara di kawasan Eropa,” terangnya saat ditemui di Mataram, Kamis (26/10) kemarin.

Menurut dia, meskipun jumlah warga NTB yang bekerja ke luar negeri dalam tiga tahun terakhir terus berkurang, tidak mempengaruhi remitansi. Pasalnya, yang berkurang adalah penempatan BMI ke Malaysia.

Jumlah warga NTB yang berangkat menjadi BMI ke Malaysia pada 2014 sebanyak 37.398 orang. Jumlah tersebut berkurang menjadi 29.627 orang pada tahun 2015, dan berkurang lagi menjadi 23.198 orang pada tahun 2016.

Di satu sisi, lanjut Wildan, ada penempatan BMI di negara-negara maju pada tahun 2016, seperti Amerika Serikat, Jepang, Italia, Denmark dan Taiwan. Di mana mereka bekerja di sektor formal dengan gaji yang relatif tinggi.

“Jadi memang, kami lebih mendorong penempatan TKI ke sektor formal, terutama di negara-negara maju, yang memberikan gaji lebih tinggi,” ujarnya.

LUAR BIASA, Kiriman Uang BMI Tembus 57 Trilyun

Ia mengatakan, permintaan tenaga kerja sektor formal di negara-negara maju relatif banyak, terutama Jepang dan Korea Selatan. Hal itu merupakan peluang sekaligus tantangan bagi warga NTB.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong masyarakat yang berusia produktif untuk menangkap peluang tersebut. Tentunya dengan memperkuat keterampilan dan kemampuan di bidang bahasa dan dan keterampilan di bidang industri.

Disnakertrans NTB sudah menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Mataram, untuk memberikan pelatihan yang dibutuhan dunia usaha dan dunia industri, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kami melaksanakan program pelatihan setiap tahun. Silakan dimanfaatkan untuk memperkuat keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja,” pungkas Wildan. [Asa/Kicknews.today]

Advertisement
Advertisement