May 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kasus Positif dari Klaster Impor Menggila, Singapura Kembali Karantina Lebih dari Seribu Pekerja Migran

1 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SINGAPURA – Singapura mengkarantina lebih dari 1.100 pekerja migran setelah sekitar selusin kasus COVID-19 ditemukan di asrama dan sedang menyelidiki kemungkinan infeksi ulang di antara mereka yang telah pulih dari virus.

Menukil The Straits Times, lebih dari 1.100 pekerja dari asrama akan dikarantina di fasilitas pemerintah selama 14 hari, kata operator asrama dalam sebuah surat kepada klien yang beredar di media sosial.

Centurion Corp, pemilik asrama Westlite Woodlands, membenarkan keaslian surat tersebut. Pihak berwenang melakukan tes COVID-19 pada penghuni asrama setelah seorang pekerja dinyatakan positif pada hari Selasa selama pengujian rutin.

Pekerja tersebut telah menerima dosis vaksinasi kedua seminggu sebelumnya dan teman sekamarnya juga dinyatakan positif. Hingga saat ini, setidaknya 10 pekerja yang pulih dinyatakan positif COVID-19.

“Kasus-kasus ini segera diisolasi dan dibawa ke Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) untuk menyelidiki kemungkinan infeksi ulang,” kata kementerian tenaga kerja dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Rabu.

Seorang jurnalis Reuters melihat sekitar 10 bus berbaris di dekat kompleks asrama pada hari Kamis, membawa puluhan pria keluar dari kompleks tersebut. Sebagian besar lebih dari 60.000 kasus COVID-19 di Singapura terjadi di asrama yang menampung puluhan ribu pekerja berupah rendah yang sebagian besar berasal dari Asia Selatan, yang memicu penguncian gedung tahun lalu.

Singapura sebagian besar telah mengendalikan virus secara lokal dan juga telah meluncurkan vaksinasi. Terakhir melaporkan lebih dari 10 kasus dalam satu hari di antara penghuni asrama pada bulan September, dengan hampir tidak ada infeksi baru selama beberapa bulan terakhir. []

 

 

Advertisement
Advertisement