Ketua RT Kini Terlibat Dalam Menekan Angka PMI ILegal
2 min read
JAKARTA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menekan pemberangkatan pekerja migran secara ilegal melalui edukasi dan sosialisasi dengan melibatkan aparat desa hingga ketua RT.
Kepala Disnakertrans Cianjur Deny Widya Lesmana di Cianjur, Jumat, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum memiliki data pasti jumlah pekerja migran asal Cianjur yang berangkat secara ilegal ke luar negeri terutama Timur Tengah.
Namun data pekerja migran yang berangkat secara prosedural atau legal dengan tujuan sejumlah negara di Asia Tengara seperti Cina, Jepang, dan Taiwan setiap bulan-nya mencapai 100 orang.
“Kami tidak memiliki data pasti berapa yang berangkat secara ilegal setiap bulan nya, namun data pasti yang berangkat secara legal per minggu mencapai 25 orang atau 100 orang per bulan dengan negara tujuan Asia Tengara,” katanya.
Pihaknya meminta organisasi atau aktivis yang memiliki data pekerja migran asal Cianjur yang berangkat secara ilegal dapat membantu dinas guna mempermudah melakukan berbagai upaya ketika terjadi hal tidak diinginkan.
Pasalnya selama ini pihaknya merasa kesulitan melakukan pendataan terhadap pekerja migran yang berangkat secara ilegal, termasuk ketika melakukan pendataan dari data pengiriman uang melalui rekening yang dilakukan ke pihak keluarga.
Sehingga pihaknya meminta organisasi atau aktivis yang rutin melakukan pendampingan terhadap pekerja migran dapat saling membantu data agar berbagai langkah antisipasi dan sosialisasi dapat dilakukan hingga ke pelosok guna menekan angka pekerja migran ilegal.
“Kami mempertanyakan data dari aktivis yang menyebutkan ada 100-200 pekerja migran asal Cianjur yang berangkat setiap pekan ke Timur Tengah, kalau memang ada informasikan pada kami agar dapat dilakukan berbagai langkah antisipasi,” katanya.
Wakil Ketua Federasi Buruh Migran Nusantara Ali Hildan, mengatakan hasil penelusuran dan pendataan pihaknya sekitar 100-200 orang warga Cianjur diberangkatkan menjadi pekerja migran di sejumlah negara di Timur Tengah secara ilegal setiap pekan pada tahun 2025.
Sedangkan di tahun ini, pihaknya masih melakukan pendataan, namun diperkirakan jumlah pekerja migran ilegal yang diberangkatkan ke sejumlah negara terlarang di Timur Tengah masih dengan jumlah yang sama setiap pekan.
“Data yang kami miliki sekitar 100-200 orang pekerja migran asal Cianjur diberangkatkan setiap pekan di tahun 2025 ke Timur Tengah untuk bekerja di sektor non formal, kemungkinan jumlahnya sama di tahun 2026,” katanya. []
