June 14, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Lakukan Hal Berikut Ini Saat Orang Tua Kita Hadapi Sakaratul Maut

3 min read

JAKARTA – Kematian adalah sebuah kepastian. Ia bisa menemui siapa saja baik tua maupun muda tanpa bisa dimajukan atau diundur. Orang yang masih muda ataupun mereka yang sudah tua, yang masih dalam keadaan sehat maupun yang sedang sakit, semuanya bisa saja menemui kematiannya tanpa dapat diduga-duga.

Sebagai anak yang berbakti, sudah seharusnya juga setia mendampingi orang tua saat menjelang ajal. Lalu apa yang bisa dilakukan seorang anak ketika mendampingi orang tua yang sedang menghadapi sakaratul maut?

Dikutip dari Republika.co.id, Musthafa Al-Khin dalam kitabnya Al-Fiqhul Manhaji menyebutkan, ada 4 yang bisa dilakukan terhadap anggota keluarga yang sedang menghadapi sakaratul maut.

  1. Menghadapkan ke arah kiblat dengan posisi miring di atas sisi kanan. Hal itu sesuai hadis yang berbunyi, “Abu Qatadah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika tiba di Madinah menanyakan akan Bara’ bin Ma’rur, dijawab oleh orang, “Dia telah meninggal dunia dan mewasiatkan sepertiga hartanya buat engkau Ya Rasulullah dan dia telah mewasiatkan juga agar dia dihadapkan ke kiblat bila dalam keadaan dekat dengan maut.” Maka Nabi SAW bersabda, “Wasiatnya itu sesuai dengan Islam,” (HR. Al-Hakim).

Tentu saja ketika menghadapkan orang tua ke arah kiblat, harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Sebab, akan sangat menyakitkan jika itu dilakukan dengan kasar tapa memperhatikan keadaan orang tua yang sedang mengalami sakitnya sakaratul maut. Bila tidak bisa melakukannya sendiri, lebih baik meminta bantuan saudara atau tetangga.

  1. Membimbing mengucapkan kalimat tauhid la ilaha illallah muhammadur rasulullah (tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah), juga perlu diajarkan kepada orang tua ketika menghadapi sakaratul maut.

Tentang hal ini, para ulama salaf sepakat menganjurkan menuntun (talqin) orang yang sudah mendekati kematian (sakaratul maut) dengan kalimat tauhid.

Rasulullah SAW bersabda, “Tuntunlah orang yang menjelang kematian dengan laa ilaha illallah. Sungguh, saat menjelang ajal, syahwat manusia akan mati, dan ia akan beroleh cahaya keyakinan. Jika ia mengucapkan kalimat tauhid dalam keadaan seperti ini, tentu syahadatnya itu diterima.”

  1. Mengajari husnuzan. Hal penting lainnya yang bisa dilakukan adalah mengajari orang tua untuk berbaik sangka akan rahmat dan ampunan Allah SWT. Orang yang sedang menghadapi sakaratul maut harus membuang jauh-jauh bayangan dosa dan kemaksiatan yang pernah dilakukannya semasa hidup. Sebaliknya, yang dihadirkan adalah berbaik sangka bahwa Allah SWT sudah mengampuni dosa-dosanya.

Dalam sebuah hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Allah SWT berfirman, “Aku bersama prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”

Para ulama mengajarkan ketika seseorang sedang dalam keadaan sehat, maka rasa takutnya harus seimbang dengan rasa pengharapan akan rahmat Allah SWT, bahkan ada yang mengatakan kalau rasa takutnya harus lebih besar, agar tidak melakukan maksiat.

Akan tetapi, ketika sudah mendekati ajal, rasa pengharapannya akan rahmat dan ampunan Allah SWT harus lebih besar. Oleh karena itu, seorang anak harus mengajari orang tuanya yang sedang menghadapi sakaratul maut untuk selalu berprasangka baik kepada Allah SWT.

  1. Membacakan surah Yasin. Hal lain yang bisa dilakukan ketika mendampingi orang tua menghadapi sakaratul maut adalah membacakan surah Yasin di sampingnya. Tapi tentu saja jangan dengan suara yang keras, cukup terdengar oleh orang tua kita.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, yakni, “Bacakanlah surah Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian.”  []

Advertisement
Advertisement