Lengah, Anak Majikan Berlari Menyeberang Jalan, Seorang PMI Dihadapkan ke Persidangan
2 min read
HONG KONG – Nasib kurang beruntung dialami oleh seorang pekerja migran Indonesia berinisial CE. Karena ulah anak majikannya yang masih balita, CE hari ini harus menghadapi proses hukum di pengadilan Kowloon Barat.
Informasi yang sampai ke ApakabarOnline menyebutkan, CE yang teregistrasi dengan nomor perkara WKCC 2033/2026 didakwa dengan pasal penerlantaran anak yang menjadi tanggungjawabnya.
Hari ini, CE menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan.
CE merupakan satu dari delapan PMI yang hari ini menjalani persidangan dengan berbagai tuduhan kesalahan serta tersebar di berbagai pengadilan di wilayah hukum Hong Kong.
Tujuh PMI lainnya yang hari ini menjalani persidangan adalah P, EW, S, AIW, DP, W dan ADM.
P yang terdaftar dengan nomor perkara ESCC 2004/2025 hari ini untuk yang kesekian kalinya menjalani proses persidangan di pengadilan Distrik Timur. P didakwa bersalah telah memiliki menggunakan dan menguasai harta yang didapat dari cara yangf tidak benar atau dari hasil tindak pidana.
EW yang terdaftar dengan nomor perkara FLCC 2191/2025 juga memiliki dakwaan seperti P. Untuk kesekian kalinya EW menjalani proses persidangan di pengadilan Fanling.
Adapun S, PMI yang terdaftar dengan nomor perkara KCCC 2991/2026 terbukti telah terlalu rajin bekerja hingga saking rajinnya, S melakukan pekerjaan diluar profesinya menjadi ART.
AIW yang terdaftar dengan nomor perkara KCCC 346/2026 hari ini dihadapkan ke persidangan di pengadilan Kota Kowloon dengan dakwaanpencurian. AIW diketahui telah melakukan aksi pencurian dengan bersekongkol dengan pria asing asal Afrika yang hari ini juga dihadapkan di pengadilan yang sama.
Seperti AIW, PMI berinisial DP yang terdaftar dengan nomor perkara KCCC 1192/2026 juga didakwa terbukti telah melakukan aksi pencurian. DP namanya sempat menghiasi pemberitaan media masa Hong Kong setelah perhiasan dan uang milik majikan raib dari tempatnya.
Sedangkan W dan ADM, mendapat dakwaan yang sama dengan S, yakni terlalu rajin bekerja. W yang terdaftar dengan nomor perkara STCC 4115/2026 dan ADM yang terdaftar dengan nomor perkara STCC 1988/2026 hari ini keduanya menjalani persidangan di pengadilan Shatin.
Semoga proses hukum yang sedang dijalani 8 PMI hari ini berjalan lancar sebagaimana mestinya serta mendapat keadilan yang seadil adilnya sesuai dengan amal perbuatan mereka. []
