October 24, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Padukan Metode Online dan Offline, Usaha Jualan Busana Muslim Mantan PMI Hong Kong ini Keuntungannya Capai Puluhan Juta Perbulan

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

KARANGANYAR – “Saya merintis usaha jualan pakaian itu sejak masih di Hong Kong. Dulu jualan lewat facebook belum seperti sekarang, sebab waktu itu masih belum sebanyak sekarang pengguna fabcebook jumlahnya” tutur Titin Wahyuni (36), alumni Negeri Beton tahun 2014 kepada ApakabarOnline.com pada Minggu (18/04/2021) kemarin.

Titin mengaku mengawali usaha jualan di Hong Kong karena momen Bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri tahun 2012. Waktu itu awalnya Titin hanya ikut-ikutan jejak seorang temannya yang juga berjualan barang serupa dengan mendatangkan barang dari sebuah pusat kulakan di Jakarta.

“Bukan belajar dari ahli marketing, tapi belajar dari pengalaman mengunggah foto di facebook kemudian mendatangkan peluang menjual barang, saya akhirnya rutin berjualan pakaian muslim dari Indo ke temen-temen di Hong Kong” tuturnya.

Titin mengaku, berawal dari saat dirinya mengunggah foto dirinya mengenakan baju baru dengan caption siap-siap untuk lebaran, sekaligus juga foto-foto lainnya seperti mukena dan sajadah baru dengan caption untuk sholat Ied, komentar yang bermunculan banyak yang menanyakan harganya berapa dan belinya dimana.

Insting pedagang yang dimiliki Titin langsung mengolah komentar tersebut menjadi peluang pasar. Dan selanjutnya, satu-persatu pelanggan busana muslim dagangan Titin bermunculan di Hong Kong.

“Setelah pulang tahun 2014, saya lebih fokus dan lebih serius mengerjakan usaha ini. Merenovasi bagian depan rumah menjadi toko pakaian, sekaligus menguatkan jaringan pasar online serta jaringan pasar reseller terutama di Hong Kong dan Makau” tutur Titin.

Hanya sebulan setelah dirinya pulang di kampung halaman tahun 2014, persisnya bulan Maret tahun 2014, Titin membulatkan langkah mewujudkan toko pakaian di rumahnya.

“Yang ditoko ini sebagai pajangan sekaligus kalau-kalau ada yang beli baju tidak lewat online. Tapi yang pasar online saat ini peningkatannya berkali-kali lipat dibanding dengan saat saya masih bekerja di Hong Kong dulu” tutur Titin.

Kini, setelah 7 tahun menjalankan usaha toko pakaian Muslim, setidaknya dalam 3 tahun belakangan, Titin mengaku omset usahanya mencap[ai puluhan juta rupiah setiap bulannya.

“Sempat ada penurunan karena pandemi, terutama pas lebaran tahun kemarin. Tapi setelah new normal dan masyarakat terbiasa dengan pandemi, omset dagangan saya Alhamdulilah mulai pulih.” Katanya.

Saat ini, setiap hari transaksi barang keluar yang dicatat oleh Titin rata-rata mencapai 3 jutaan rupiah.

“Sebulan uang yang muter sekirat 80-100 jutaan lah” akunya.

Dengan perputaran uang sebanyak itu, Titin mengaku mendapat keuntungan bersih antara 20 hingga 30 juta rupiah setiap bulan. []

Advertisement
Advertisement