November 28, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pandemi Corona Mendunia, China Menjadi Negara Paling Berjaya, Kenapa ?

1 min read
Prime Banner

JAKARTA – Pandemi Covid-19 menyebabkan perekonomian global lesu. Banyak pekerja yang dirumahkan bahkan dipecat. Berbagai bisnis juga gulung tikar karena tidak ada pengunjung.

Lembaga riset Eropa bahkan memprediksi perekonomian global pada 2020 akan terkontraksi sebesar 4,4% akibat pandemi Covid-19.

Sebaliknya, Tiongkok diprediksi akan menjadi satu-satunya negara maju yang memiliki catatan positif dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3%,

Ekonomi negara adidaya Amerika Serikat mengalami penurunan 6,5%. Sementara, beberapa negara anggota Uni Eropa juga mengalami penurunan 8,4%, demikian riset Ifo Institute dan EconPol Europe yang dikutip media China, Jumat (9/10/2020).

Lembaga riset yang berbasis di Jerman ini melakukan survei terhadap 950 ahli ekonomi di 110 negara dan wilayah.

Lebih dari sepertiga ahli ekonomi tersebut yakin bahwa pemulihan ekonomi global akibat pandemi Covid-19 akan berlanjut paling lambat hingga 2022.

Namun, Tiongkok yang menjadi negara pertama penyebaran virus corona, justru memiliki catatan positif. Produk domestik bruto Tiongkok meningkat 3,2% pada kuartal kedua tahun ini, berbalik dari kontraksi 6,8% pada kuartal sebelumnya.

Biro Statistik Nasional Tiongkok (NBS) menyebutkan beberapa indikator ekonomi telah mencatat momentum peningkatan pada kuartal ketiga.

Indikator keyakinan manajer bisnis di sektor manufaktur Tiongkok pada September menjadi 51,5 atau naik dari Agustus yang tercatat 51.

Output nilai tambah sektor industri Tiongkok di Agustus tahun ini naik 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan pada Juli tahun ini berada di angka 4,8%.

Indeks produksi jasa juga meningkat 4% pada Agustus, sedangkan Juli hanya meningkat 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa itu. []

Sumber Ifo Institute and EconPol Europe

Advertisement