Sering Muncul Masalah Pola Asuh Anak, Program Lentera Cinta Jember Hadir Sikat Habis Tantangan Pelik Keluarga Pekerja Migran
2 min read
JAKARTA – Keluarga menjadi pihak yang paling merasakan dampak ketika ada anggota bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Jarak yang memisahkan orang tua dan anak kerap menghadirkan tantangan baru dalam pola pengasuhan maupun ketahanan keluarga.
Kondisi itu mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnaker) Jember menghadirkan program Lentera Cinta sebagai upaya memperkuat perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi keluarga pekerja migran.
Program bertajuk Strategi Pengasuhan dalam Keluarga Migran untuk Mewujudkan Keluarga Kuat dan Anak Hebat tersebut digelar di Kantor Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan.
Kegiatan itu mempertemukan keluarga pekerja migran dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga TP PKK untuk berbagi pemahaman mengenai pola pengasuhan yang tetap hangat meski orang tua bekerja di luar negeri.
Kepala Disnaker Jember Hadi Mulyono menegaskan, perlindungan terhadap pekerja migran tidak cukup hanya memastikan mereka bekerja dengan aman.
Menurutnya, keluarga yang ditinggalkan juga harus mendapat perhatian agar tetap mampu menjalankan fungsi pengasuhan dan menjaga tumbuh kembang anak.
“Ketika orang tua harus berjuang di negeri orang, anak-anak mereka di rumah membutuhkan fondasi pengasuhan yang kuat. Negara hadir melalui kegiatan ini untuk memastikan bahwa jarak tidak memutus ikatan kasih sayang dan tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya,” ujarnya.
Melalui Lentera Cinta, Disnaker berupaya membekali keluarga dengan strategi pengasuhan yang sesuai dengan kondisi keluarga migran.
Harapannya, keterbatasan bertemu secara langsung tidak menjadi penghalang bagi orang tua untuk tetap hadir dalam proses tumbuh kembang anak melalui komunikasi dan pendampingan yang tepat.
Selain menjadi ruang edukasi, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun jaringan pendampingan bagi keluarga PMI.
Sinergi lintas sektor dinilai penting agar keluarga migran tidak menghadapi persoalan pengasuhan sendirian, melainkan mendapat dukungan dari lingkungan sekitar.
Hadi berharap keluarga pekerja migran dapat memanfaatkan setiap program pendampingan yang disediakan pemerintah.
Dengan bekal pemahaman yang baik, keluarga diyakini mampu menjaga keharmonisan rumah tangga sekaligus menyiapkan generasi yang lebih tangguh.
“Keluarga yang kuat adalah fondasi masyarakat yang tangguh. Kami berharap setiap keluarga PMI di Jember semakin berdaya, percaya diri dalam mengasuh anak, dan yakin bahwa pengorbanan mereka akan melahirkan generasi penerus yang hebat,” harapnya. []
Sumber Radar Jember
