October 17, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pemerintah Mendatangi Politeknik Kesehatan, Mahasiswanya Kalau Sudah Lulus Didorong Menjadi Pekerja Migran

2 min read

JAKARTA – Pemerintah RI melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat hadir sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Job Fair Poltekkes Kemenkes Bandung Tahun 2026 di Aula Kampus Jurusan Kebidanan, pada Kamis (15/10/2026).

Pada kegiatan tersebut, Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI Jawa Barat, Eka Widi Astuti, menyampaikan materi mengenai prosedur resmi menjadi Pekerja Migran Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku, skema penempatan, informasi mengenai pelindungan Pekerja Migran Indonesia, termasuk pengenalan Program SMK Go Global.

“Salah satu persyaratan untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia adalah memiliki keterampilan dan kompetensi kerja yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dituju. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin berkarier di luar negeri,” kata Eka.

Lebih lanjut Eka juga memaparkan sejumlah peluang kerja di luar negeri bagi lulusan bidang kesehatan, termasuk melalui skema penempatan Government to Government (G to G).

“Saat ini, lulusan perguruan tinggi bidang kesehatan memiliki peluang untuk berkarier di luar negeri melalui skema penempatan Government to Government (G to G) ke Jepang, Jerman, dan Kanada, antara lain untuk posisi nurse dan careworker,” jelas Eka.

Melalui pemaparan tersebut, lulusan Poltekkes Kemenkes Bandung diharapkan memahami tahapan yang perlu dipersiapkan sebelum bekerja ke luar negeri, mulai dari mencari informasi melalui sumber resmi hingga memastikan proses penempatan sesuai ketentuan.

Selain BP3MI Jawa Barat, kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, yang menyampaikan materi mengenai peran pemerintah daerah dalam program penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Materi berikutnya disampaikan Manajer Kasus BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci, Arie Widayanti, yang membahas pelindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Pekerja Migran Indonesia. Materi mencakup masa pelindungan, besaran iuran selama masa perjanjian kerja, manfaat jaminan sosial, serta alur dan mekanisme pengajuan klaim.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Bandung, Pramita Iriana, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi serta diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Melalui kegiatan ini, BP3MI Jawa Barat berharap mahasiswa dan lulusan Poltekkes Kemenkes Bandung semakin memahami prosedur penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta mampu mengakses informasi yang tepat sebelum mengambil keputusan untuk bekerja di luar negeri. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply