May 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Rasanya Mak Nyus, Bolu Ketan Mendut Sidoarjo Sukses Menembus Pasar Negeri Beton Lewat Jalur Ekspor

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SIDOARJO – Sudah berderet panjang, daftar nama produk UMKM Jawa Timur yang sukses menembus pasar luar negeri, salah satunya Hong Kong. Tingginya mobilitas manusia antara Indonesia dan Hong Kong tentu membawa implikasi ekonomi tersendiri. UMKM salah satu yang mendapat peluang ekonomi melalui celah pasarnya.

Terkini, penganan khas Sidoarjo, Bolu Ketan Mendut, sukses merambah Negeri Beton melalui jalur ekspor.

Bolu Ketan Mendut Sidoarjo Jawa Timur berhasil melakukan ekspor perdana ke Hongkong, Kamis, 29 April 2021. Brownies Ketan Cruncy yang diproduksi UKM tersebut, sukses diekspor ke Hong Kong -rencana berikutnya ke negara Australia, Turki, dan Singapura, setelah memenuhi persyaratan dari buyer luar negeri tersebut salah satunya adalah sertifikasi HACCP, serta sertifikasi SNI 2973:2011.

Bolu Ketan Mendut berlokasi di Jalan Raya Nusantara No. 151, Perumahan Dian Regency, Tropodo – Kab. Sidoarjo, Jawa Timur. Ini adalah UKM binaan Badan Standardisasi Nasional (BSN) hingga berhasil meraih Sertifikat SNI CAC/RCP 1:2011 dan Sertifikat SNI 2973:2011 Biskuit.

Kesuksesan CV. Bolu Ketan Mendut melakukan ekspor menjadi bukti bahwa dengan memproduksi produk sesuai mutu, yang salah satunya ditunjukkan melalui sertifikat SNI, dapat meningkatkan keberterimaan produk di pasar internasional.

Pemilik UKM Bolu Ketan Mendut, Jalian Setiarsa, mengakui sertifikasi SNI merupakan cara ampuh bagi UMKM dalam menembus dan menguasai pasar. Dengan sertifikat SNI, konsumen akan lebih percaya karena produknya aman, sehat dan bermutu.

“Saya sekarang mengerti dan paham bagaimana mengolah dan memproduksi makanan olahan yang baik setelah menerapkan HACCP dan SNI sehingga produk kami konsisten baik mutu, rasa, maupun keamanannya. Penjualan kami juga meningkat terutama penjualan ekspor ke beberapa negara yaitu Hong Kong, Australia, Turki, dan Singapura setelah mengantongi sertifkat HACCP,” ujar Setarso.

Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur, Yuniar Wahyudi, menjelaskan, keberhasilan CV. Bolu Ketan Mendut ini, tidak terlepas dari upaya keras Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur dalam membina UMKM tersebut hingga berhasil meraih Sertifikat HACCP dan SNI.

“Komitmen yang tinggi dari pimpinan CV Bolu Ketan Mendut selama proses pembinaan penerapan SNI dan HACCP, merupakan kunci sukses meraih Sertifikat SNI 2973:2011 Biskuit dan sertifikat HACCP,” ujar Yuniar dalam keterangan tertulis yang diterima Ngopibareng.id, Jumat 30 April 2021.

BSN, juga menggandeng mitra di daerah untuk meningkatkan daya saing UMKM di tingkat nasional maupun global, salah satunya dengan Export Center Surabaya dalam memberikan informasi terkait pasar di luar negeri, persyaratan dan regulasi NTE (negara tujuan ekspor), sampai kepada administrasi ekspor.

Hingga saat ini, KLT BSN Jawa Timur telah melakukan pembinaan terhadap 15 UKM untuk meraih SNI. 5 UKM di antaranya berhasil meraih SNI sebagai berikut :

  1. CV Bolu Ketan Mendut; (Biskuit)
  2. CV Armet Agro (Sari Buah mengkudu);
  3. Bala Aditi Pakuaty (Keripik tempe);
  4. TEDDY NEM FAMILY (Air Mineral);
  5. Kampoeng Coklat (Kakao bubu). []
Advertisement
Advertisement

Leave a Reply