October 31, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

RENUNGKAN ! Kamu Marah Karena Hidup Tak Sesuai Harapanmu, Pernahkah Kamu Malu Karena Hidupmu Tak Sesuai Harapan Allah?

2 min read

JAKARTA – Kita sering protes dalam hati: “Ya Allah, bukankah aku sudah berdoa? Bukankah aku sudah berusaha? Mengapa masih seperti ini?”

Kita mengeluh ketika berharap sehat, Allah hadirkan sakit. Berharap bisa terus bersama, Allah hadirkan perpisahan. Berharap sukses, Allah hadirkan gagal.
Tapi pernahkah kita balik bertanya:
Allah sudah memberimu hidup, napas, rezeki, iman. Apakah hidup yang kamu jalani sudah seperti yang Allah harapkan darimu?

Imam Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam mengingatkan:

رُبَّمَا أَعْطَاكَ فَمَنَعَكَ وَرُبَّمَا مَنَعَكَ فَأَعْطَاكَ
_“Bisa jadi Allah memberimu suatu anugerah kemudian menghalangimu darinya; dan boleh jadi Allah menghalangimu dari suatu anugerah kemudian Ia memberimu anugerah yang lain.”

Artinya, apa yang menurut kita baik, bisa jadi itu yang menjauhkan kita dari taufiq dan hidayah. Apalah artinya semua harapan terpenuhi, sementara cahaya iman di hati justru padam? 33d4

Padahal Allah sudah tegas:

_”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”_ (QS. Al-Baqarah: 216)

3 Muhasabah Untukmu:

1. Hidup yang kamu keluhkan, adalah hidup yang orang lain inginkan.
Manusia memang diciptakan suka mengeluh. _”Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah.”_ (QS. Al-Ma’arij 19-20). Seringkali hidup yang kita keluhkan, boleh jadi adalah hidup yang orang lain inginkan. 854e

2. Penolakan Allah bisa jadi adalah pemberian terbaik.*
_”Ketika Allah membukakan pintu pemahaman kepadamu tentang pencegahan-Nya, maka penolakan Allah itu pun berubah menjadi anugerah yang sebenarnya.”

3. Qadarullah adalah obat penyesalan.
Rasulullah mengajarkan untuk mengucapkan _Qaddarallahu wa maa sya’a fa’ala_ – “Allah telah menetapkan takdir-Nya, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan” ketika hasil tidak sesuai harapan. Bukan untuk pasrah tanpa usaha, tapi untuk berhenti menyalahkan diri dan menyerahkan hasil dengan damai kepada Allah.

Jadi sebelum kamu mengeluh “Ya Allah hidupku tidak seperti yang aku harapkan”, coba tanyakan pelan pada hatimu:

_Sholatku, sudahkah seperti yang Allah harapkan?_
_Syukurku, sudahkah seperti yang Allah harapkan?_
_Sabar dan lisanku saat diuji, sudahkah seperti yang Allah harapkan?_

Karena sesungguhnya, orang-orang ‘arif justru lebih takut ketika diberi kelapangan (semua keinginan terpenuhi) daripada diberi kesempitan, sebab dalam kesempitan hati lebih dekat kepada Allah.

Jangan terus menentang keputusan Allah atas takdir yang menurutmu buruk, lebih baik tunduk saja dengan prasangka baik kepada-Nya []

Sumber rujukan artikel lengkap bisa kamu baca:
– Pemuda Nurul Musthofa: Ketika Kenyataan Tidak Sesuai Harapan
– Majelis Tabligh: Bersabar Ketika Harapan Tak Sesuai Kenyataan
– Mufakat Al-Banna: Rencana Allah Jauh Lebih Dari Harapan

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply