Rupiah Melemah, PMI dan Keluarganya Diuntungkan ?
1 min read
JAKARTA – Keluarga Pekerja Migran Indonesia diuntungkan dengan menguatnya nilai tukar uang asing terhadap rupiah.
“Saya rutin mengirim 1.500 dolar Hong Kong untuk keluarga di Indramayu,” tutur Tunjinah, 30, seorang PMI asal Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Senin (25/5/2026).
Tunjinah merupakan pekerja migran yang bekerja di Hong kong dan kini tengah mengambil cuti dan pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Indramayu. Tunjinah sendiri telah bekerja selama empat tahun di Hong Kong.
Dijelaskan Tunjinah, adanya peningkatan nilai tukar dolar Hong Kong terhadap rupiah itu memberikan tambahan yang lumayan untuk keluarganya. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kiriman itu juga termasuk untuk biaya anaknya sekolah.
Tidak hanya keuntungan untuk keluarga, meningkatnya nilai dolar Hong kong terhadap rupiah juga membuat gaji yang diterimanya menjadi lebih besar saat ditukarkan ke rupiah. Selama ini, ia menerima gaji sebesar HK$4.870 per bulan.
“Jika ditukarkan ke rupiah, itu nilainya sekitar Rp9 juta per bulan,” tuturnya.
Namun setelah dolar naik, nilainya sekarang jadi sekitar Rp11 juta. Hal senada diungkapkan Dedi, 29, warga Desa Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.
“Gaji istri saya di Taiwan juga naik,” tutur Dedi.
Dijelaskan Dedi, setiap bulan istrinya mengirim 18 ribu NT atau jika dirupiahkan kini mendapatkan Rp10 juta lebih. Sebelumnya dengan nilai yang sama jumlah yang dikirimkan setiap bulan hanya sekitar Rp9 jutaan.
“Hampir semua gaji dia dikirim ke kampung. Untuk bayar hutang,” tutur Dedi. []
Sumber Media Indonesia
