September 10, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Seolah Tiada Henti, Setelah Rembang dan Blora, Ratusan Siswa MTs dan SMP Gembong Pati Diduga Keracunan MBG

2 min read

JAKARTA – Setelah Rembang dan Blora, dugaan keracunan MBG kini dialami siswa di Kabupaten Pati. Ratusan siswa dari MTs Negeri 3 dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Gembong harus dilarikan ke puskesmas hingga rumah sakit pada Rabu (9/9) lantaran diduga keracunan.

Para siswa merasakan sakit perut hingga lemas diduga setelah menyantap menu Makan Bergizi m (MBG) pada Selasa (8/9/2026).

Dari pantauan di lapangan, siswa sempat dikumpulkan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Hingga kemudian secara bertahap para siswa dibawa ke puskesmas hingga rumah sakit dengan ambulans hingga mobil pribadi.

Puluhan ambulans dari sejumlah puskesmas di Pati juga disiagakan untuk melakukan penindakan cepat.

Kepala MTsN 3 Gembong, Zaenal Arifin menyebut ada 127 dari total 960 siswa yang merasakan gejala lemas, pusing hingga diare.

”Ini yang terdampak sekitar 127-an. Rata-rata yang terdampak kelas 8 dan kelas 9. Karena kelas 7 kemarin, ada lomba di sini, sehingga kelasnya dipakai untuk lomba, kelas VII pembelajaran daring. Sehingga yang kelas VII nggak ada efek apa-apa,” ujar dia kepada Suara Merdeka.

Bahkan sejumlah guru juga ikut merasakan gejala dugaan keracunan tersebut. Gejala itu dirasakan mulai Selasa (8/9/2026) malam.

“Untuk menunya ada nasi bakar, ayam suwir hingga tempe. Sebenarnya untuk rasa katanya enak ada yang minta tambah juga,” ujar dia.

Hanya saja dia menyebut pengiriman menu MBG dari SPPG 1 Gembong itu terlambat. Bila biasanya pukul 11.20 sudah dibagikan, pada Selasa (8/9) terlambat hingga lebih dari pukul 12.00 WIB.

Sementara itu Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana menyebut ada 103 siswa dan 13 guru yang diduga keracunan. Dampak itu terlihat pada Rabu (9/9) dimana para siswa banyak yang ke kamar mandi.

”Kelas VII, VIII, dan IX semua, 103 anak. Awal ketahuannya tadi pagi. Tadi pagi tuh anak-anak kok banyak yang ke kamar mandi, kemudian kami tanya, ternyata mereka memang sudah merasakan mulas-mulas itu. Kemudian semakin siang kok semakin banyak. Kita kontak ke Puskesmas, sudah anak-anak dibawa ke Puskesmas yang ada,” ungkap dia.

Lantaran terlalu banyak, siswa kemudian dialihkan ke RSUD hingga RS Mitra Bangsa. Sebagian siswa kemudian ada yang diperbolehkan pulang.

Istiana juga menyebut tak ada kecurigaan pada bau dan rasa makanan yang dibagikan. Hanya saja ada keterlambatan dalam pengiriman menu MBG.

Dia menyebut bila biasanya dibagikan pada pukul 09.30, Selasa (8/9) kemarin menu itu baru datang ke sekolah pukul 11.30 WIB.

”Kalau di tray itu kan ada tulisan dimakan sebelum jam 12.00, sehingga begitu datang langsung kami berikan ke anak-anak. Jadi seperti itu,” tutur dia. []

Sumber Suara Merdeka

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply