November 28, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

SWAB Test di Puskesmas Harusnya Gratis

2 min read
Prime Banner

JAKARTA – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo memastikan, pemeriksaan uji spesimen melalui tes usap atau swab Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien positif covid-19 gratis di Puskesmas

Menurut Doni, pemerintah pusat telah memberikan reagen ke berbagai daerah untuk melakukan uji sampel spesimen virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19. Dengan begitu, pemerintah daerah (pemda) melalui dinas kesehatan dan puskesmas setempat dapat memberikan pelayanan dan penanganan covid-19 gratis berbasis data.

“Untuk yang di puskesmas seharusnya gratis. Karena reagen itu diberikan dari pusat, dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Satgas Covid-19. Kemudian juga pemerintah provinsi/kabupaten/kota juga ada yang menyelenggarakan (pengadaan) reagen sendiri,” kata Doni dalam bincang Media Bertanya Doni Monardo Menjawab bertajuk “44,9 Juta Orang Yakin Kebal Covid-19, Apa yang Harus Kita Lakukan?” di Graha BNPB Jakarta, Jumat (9/10), seperti dilansir Antara.

Doni meminta agar ada yang melapor apabila masih ada pihak yang memberikan beban biaya bagi masyarakat untuk melakukan tracing dari kontak erat salah satu pasien covid-19 dengan swab PCR

“Kalau toh mungkin masih ada pungutan-pungutan, mohon kami bisa diinformasikan, sehingga kami bisa mencari solusinya,” tegas Doni.

Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani untuk melakukan pemeriksaan spesimen. Jadi, solusi terbaik akan selalu diupayakan pemerintah dalam rangka memutus rantai penularan covid-19.

“Sejauh ini, mereka yang kontak erat dilakukan tracing itu seharusnya gratis. Tidak boleh ada pungutan sebesar apapun. Seharusnya gratis,” ujarnya.

Doni juga mengatakan pemerintah terus menyalurkan mesin PCR dan laboratorium guna mempercepat pendeteksian covid-19 di daerah. Pemerintah pusat melalui Satgas Penanganan Covid-19 dan Kemenkes telah dan akan terus menyalurkan mesin PCR dan laboratorium guna percepatan dan pemerataan uji spesimen berbasis reagen kepada pemda.

Dia menjelaskan, pada awalnya Pemerintah Indonesia hanya memiliki satu laboratorium yang berfungsi untuk mendeteksi virus corona baru dengan uji spesimen berbasis reagen, yakni Balitbankes Kemenkes. Seiring perkembangannya, laboratorium dapat diperbanyak hingga 374 unit di sejumlah daerah, dengan kapasitas uji sampel mencapai rata-rata di atas 35 ribu spesimen.

“Sekarang ini sudah ada 374 laboratorium. Suatu angka yang sangat besar. Demikian juga kemampuan testing per hari yang semula 2.000 kemudian meningkat 10 ribu, 20 ribu, 30 ribu, nah sekarang sudah rata-rata di atas 35.000,” ujar dia.

Capaian uji spesimen itu diakuinya belum merata di seluruh Indonesia. Tapi ada beberapa daerah yang memiliki kemampuan uji spesimen yang telah sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, dan kondisi itu akan terus ditingkatkan.

“Sudah ada yang meningkat. Jakarta termasuk yang cukup tinggi angka pemeriksaan spesimennya. Nah, kita terus bergerak untuk bisa merata ke seluruh wilayah Indonesia,” kata Doni. []

Advertisement